By. Linda Kusuma Wardani || Kader PC IP NWDI Sambelia
Pada kesempatan kali ini izin kan saya untuk menulis beberapa kata tentang seorang ibu, yang berjudul mensyukuri kehadiran sang ibu.
Sebagai seorang hamba tentu sudah menjadi keharusan untuk kita bersyukur kepada Allah SWT.. Salah satu nya adalah mensyukuri kehadiran seorang ibu di dunia ini. Segala hal harus kita syukuri seperti sekarang anda bisa melihat, cara mensyukurinya yaitu dengan cara melihat hal-hal yang baik. Punya akal, cara mensyukurinya itu adalah dengan cara menggunakannya berfikir yang baik. Punya ilmu, cara mensyukurinya yaitu dengan cara mengamalkannya. Punya harta, cara mensyukurinya adalah dengan cara mensedekahkan sebagiannya.
Begitupun dengan kehadiran seorang ibu didunia ini, lalu bagaimana cara kita untuk mensyukurinya ? tentu dengan cara berbakti kepadanya.
Keberadaan seorang ibu dimuka bumi ini merupakan suatu hal yang luar biasa, bagaimana hadirnya seorang wanita yang kuat, tangguh, dan banyak kata kata yang tidak habis habisnya yang bisa kita gunakan untuk menggambarkan sosok seorang ibu.
Bicara kekuatan, dari segi fisik bagaimana kuatnya seorang ibu ketika mengandung selama 9 bukan 10 hari, bagaimana lelah dan letihnya ketika harus memakan sesuatu yang memang dia tidak suka tapi itu yang diinginkan seorang bayi yang dia kandung, begitu terus sampai melahirkan. Setelah melahirkan apakah seorang ibu sudah bebas dari lelahnya tersebut ? tidak ! . Bahkan setelah melahirkan dia harus menyusui, dan bagimana cara membesarkannya dengan kasih sayang dan dengan didikan yang baik. Tidak mudah loh membesarkan seorang anak dengan menjadikannnya tumbuh menjadi orang yang cerdas dan berguna.
Saya pernah mendengar ungkapan seorang ibu, seperti ini “ melahirkan seorang anak lebih mudah daripada mendidiknya”
Kenapa demikian ?
Karena dibalik tumbuh kembang seorang anak itu tergantung pada didikannya, karena jika manusia hanya sekedar dilahirkan didunia ini hanya untuk hidup doang maka tidak ada bedanya dia dengan binatang yang bisanya hanya makan dan munum.
Coba lihat anak-anak yang cerdas, yang berguna, yang dimana batinya didik dengan agama, itu semua karena adanya seorang ibu, bagaimana kualitasa seorang anak itu tergantung bagaimana didikan seorang ibu. Seorang penya’ir ternama Hafiz Ibrahim mengungkapkan “Al=Ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadtha sya’ban ( ibu merupakan madrasah pertama bagi anaknya,jika seorang ibu itu memiliki karakter baik maka baik pula anaknya”. Kita lihat cerita ulama-ulama terdahulu, ternyata dibalik kesuksesannya ada seorang wanita yang cerdas, yang kuat imannya, yang istiqomah. MasyhaaAlloh
Kenapa ibu yang menjadi madrasah pertama ? kenapa bukan bapak saja ? karena yang paling dekat dengan seorang anak adalah ibunya. Coba saja kita perhatiakan, biasaya seoarang ayah jarang dirumah, pergi pagi pulang malam untuk mencari nafkah, lalu bagaimana cara nya mendidik anakanya jika dia saja jarang dirumah. Maka peran seorang ibu dalam mendidik seorang anak itu sangat penting, makanya seorang ibu ketika diusia mudanya harus belajar dengan tekun, tertama ilmu agama, karena itulah yang paling utama.
Seperti sabda Rasulullah SAW. طلب العتم فريضة على كل مسلم و مسلمة “ menuntut ilmu itu wajib bagi seorang Muslimin laki-laki dan perempuan” tiada pengecualian dalam menuntut ilmu.
Betapa bersyukurnya kita yang sekarang sudah tumbuh menjadi anak yang dewasa dan masih bisa melihat senyum seorang ibu, untuk itu berbaktilah kepada nya, ikuti apa yang dia inginkan apapun itu asalkan tidak keluar dari perintah agama, meskipun terkadang tidak sedikit seorang ibu sering memarahi anaknya, tapin itu adalah hal yang biasa, jadikan marahnya ibu itu sebagai nasihat, biarkan dia bicara sepuasanya karena itulah ibu, sedikit cerewet.yaa lebih baik ibu cerewet tapi mendidik taripada diam terus tidak mendidik kita bagaimana ?. syukur-syukur ibu kita masih bisa marah-marah ketika kita melakukan kesalahan, coba kalau ibu kita diam saja, meskipun anaknya salah didiemin terus, kan bahaya. Selagi ibu kita masih hidup dengarkan nasihatnya, dengarkan keluh kesahnya, meskipun terkadang kita bosan dan jenuh mendengarnya tapi nasihat dan ocehan dari ibu itu akan terasa ketika ibu kita sudah tiada, maka jangan buat hati ibu tersinggung apalagi sampai dia menangis karena ulah kita sendiri, karena nanti kita akan menyesal luar biasa ketika ibu itu sudah tiada. Percuma kita belajar nuntut ilmu banyak-banyak tapi ibu kita sendiri kita lupakan, kita jarang mengunjunginya, bahkan sampai melukain hatinya. Ketika anda jauh dari orang tua silahkan pulang minimal sekali sebulan kah, bukan karena kita butuh uang tapi kita butuh do’a dari seorang ibu, kita pulang bukan krena hanya uang kita habis tapi karena kita butuh ridho, butuh nasihat darinya. keletihan kita dalam belajar, itu seakan akan terobati ketika melihat orang tua kita yang masih dalam keadaan sehat, masih bisa tersenyum bahagia, apalagi senyumannya itu tercipta gara-gara kehadiran kita
Adapun sekiranya ada temen-temen yang ibunya sudah tidak ada lagi didunia ini maka tetaplah berbakti sengan cara mendo’akannya. Dari Abu Hurairah RA Berkata : Rasulullah SAW Bersabda :” apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang sholeh yang mendo’akannya” (H.R.Muslim)
Bagaimanapun dia (ibu) tetaplah dia seorang ibu, tetap kewajiban kita berbakti kepadanya, sekalipun ibu kita itu orang gila, kafir tetap kewajiban kita berbakti kepadanya. Berdosa jika sampai melawan orang tua, apalagi orang tua nyuruhnya dalam hal kebaikan, terkadangb banyak anak yang malu ketika melihat orang tuanya yang kerjaannya jadi kuli lah ataupun yang lainnya, bukan anak yang baik namanya jika masih malu mengakui ibunya hanya karena pekerjanya, bukan anak baik namanya jika masih gengsi bantu pekerjaan orang tuanya. Yuk bersyukur dengan adanya ibu kita, bagaimanapun dia dia adalah pahalawan kita, yaitu Ibu.




