Sinar5news.com- Jakarta- Sebagai wujud tanggung jawab pendidikan dan dakwah pondok pesantren hadir dalam menjaga tradisi Aswaja. maka, selain membina santri/Wati yang berada di dalam pondok. Setiap satu bulan sekali santri wali murid dan masyarakat sekitar pondok ikut serta duduk bersama dalam majlis ilmu yang merupakan kegiatan pondok sebagai cara melanjutkan tradisi pendidikan dan dakwah pondok ke semua jamaah.5/9/21
” Pengajian sebulan sekali dengan seluruh warga besar pondok sengaja kita terus lestarikan sebagai bagian dari program pondok untuk menjaga tardisi leluhur ajang silaturrahim semua warga besar pondok dan masyarakat sekitar sebagai cara pondok menjalankan dakwah kummatan”. Ungkap pimpinan sekaligus pengasuh Pondok pesantren Almusyarrofah KH.Nawawi yang biasa disebut Abi oleh semua santri.
Salah seorang Wali santri dari Pondok pesantren juga apresisasi kegiatan pondok tercinta.
“selaku pilar pendidikan bangsa yang merupakan cikal bakal pendidikan nasional keberadaannya telah menginspirasi dunia dengan istilah boarding school dalam negara moderen. Di negara kita tercinta Indonesia Pesantren bagian yang sangat penting yang ikut memprakarsai lahirnya kemerdekaan dan para santri ikut berjuang mengusir penjajah demi lahir dan berdirinya bangsa Indonesia NKRI”. Ungkapnya.
Lanjutnya, “Dalam catatan sejarah ormas Islam semisal NU, Nahdatul Whaton, Serikat Islam Indonesia, Matlaul Anwar, Muhamadiyah, Al-Irsyad dan masih banyak lagi ormas Islam lainya yang memiliki pesantren mengerahkan santrinya ke Medan laga berjuang sampai titik darah terakhir untuk mengusir penjajah”.
“pengajian bulanan ini diadakan pada Minggu awal bulan pertama dan bagi jamaah yang tidak dapat hadir lansung duduk bersama. Bisa membuka YouTube Majlis ta’lim Musyarrofah Cenel”. Demikian ketua DKM umumkan dalam sambutan awalnya.
Pengajian diawali dengan zikir selawatan yang dibawakan oleh santri yang dimulai sekitar jam 8.00 wib sampai selesai. Dengan pembacaan kitab Fathul Mu’in dan Riyahdus Sholihien. (red)




