Oleh: Abah_Rosela_Naelal_Wafa
Salah satu rangkaian kegiatan penting Pra Muktamar Ke-1 NWDI adalah menyelenggarakan Webinar Nasional bertema, “Kontribusi Strategis Ormas Islam pada Bangsa dan Negara”, pada 17 Januari 2022 M.
Webinar ini tak “kaleng-kaleng”. Hadir sebagai pembicara adalah para cendikiawan muslim, guru besar dan tokoh-tokoh Nasional yang memiliki “segudang” ilmu dan pengalaman.
Prof. H. Azyumardi Azra, MA., CBE., Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA., Prof. Dr. H. Djamaluddin, MA dan Dr. Lalu Muhammad Iqbal (Duta Besar Turky) _insyaallah_ adalah orang-orang yang kompeten dalam tema bahasan webinar kali ini.
Namun perlu diingat –tegas Syekhona TGB, bahwa webinar ini tidak untuk sekedar “berbangga-bangga” atas peran umat Islam terhadap bangsa dan negara bahkan agamanya. Tapi, semoga webinar ini bisa membuka mata kita, betapa ormas-ormas Islam yang ada di Indonesia memiliki peran penting dalam kemajuan Indonesia di masa yang akan datang.
Mensoal sejak kapan ada kontribusi umat Islam itu? Jawabannya, sejak sebelum kemerdekaan.
Kontribusi yang ada sejak dulu ini, tegas Syekhona TGB sebagai penanda bahwa Umat Islam sejak awal sudah berjuang semata atas dorongan agama, dengan cara menghimpun kebaikan, berjuang menghadirkan kemaslahatan, dan melawan penjajahan waktu itu.
Setelah Indonesia merdeka, perjuangan umat Islam tidak hanya berbicara terkait tema-tema ke-Islam-an, tapi juga nilai-nilai kebangsaan. Maka –bagi TGB– Maulana Syekh sangat visioner ketika membuka sekolah pertama dengan nama NWDI.
“Sungguh sesuatu yang sangat visioner, ketika Maulana Syekh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Sang Pahlawan Nasional membuka sekolah pertama dan menamakannya Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyyah (NWDI).” Tegas TGB al-Hafidz.
Melalui penamaan sekolah pertama ini, terlihat jelas visi Maulana Syaikh sangat jauh ke depan. Meski telah merdeka, perjuangan itu selalu ada. Setelah merdeka “nahdah” (kebangkitan) itu tidak lagi hanya “kebangkitan” Islam tapi juga kebangkitan “Wathan” (tanah air) Indonesia.
Visi visioner dari al-Magfurulah yang melintasi zaman itu, mengharuskan kita terus mencermati dengan seksama dinamika ormas-ormas Islam seperti NWDI yang didirikan oleh Maulana Syaikh, atau ormas-ormas seperti Al-Irsyad, Muhammadiyah, NU dan ormas lainnya, supaya eksistensinya tetap eksis dan tidak kehilangan arah perjuangan.
Kemampuan ormas-ormas Islam untuk bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman dan situasi, adalah hal yang sangat penting. Ruh dan arah perjuangan ormas-ormas Islam harus bisa bersanding dengan kemajuan zaman secara “hikmah”. Dan kenyataan saat ini, semua ormas Islam telah ber-hikmah, baik saat perjuangan sebelum dan sesudah kemerdekaan.
Kemampuan ormas-ormas Islam ber-hikmah dan mengeksistensikan arah perjuangannya, menurut Syekhona TGB adalah merupakan buah dari pengalaman ayat 125 surah an-Nahl,
اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.”
Nah, di antara buah “Hikmah itu ialah kemampuan beradaptasi positif dari ormas-ormas Islam. Sehingga perubahan lingkungan strategis itu, bisa direspon dengan baik, tetap eksis dan kontributif untuk kemajuan agama dan bangsa.” Kata Syekhona Tuan Guru Bajang al-Azhari.
Kemampuan demikian yang sangat melekat pada pribadi al-Magfurulah Maulana Syekh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sehingga NWDI tetap eksis melintasi zaman pra kemerdekaan, orde lama dan orde baru bahkan reformasi, dengan segala bentuk perbedaan khas kepemimpinan yang dimiliki pemimpin bangsa Indonesia selama ini.
Menjelang Muktamar Ke-1 NWDI di tanah kelahirannya adalah menjadi wadah pertemuan ide dan penjalinan komitmen warga Nahdliyyin untuk meneruskan ke-visioner-an Maulana Hamzanwadi dalam nahkoda organisasi NWDI. Selamat bermuktamar!
Wa Allah A’lam!
PP. Selaparang, 26 Januari 2022 M.



