Sinar5news- Lombok- Dirayakan dengan sangat sederhana perhelatan Haul yang ke-7 almarhum TGH.Athar berjalan hidmat. Berlangsung di Bale sangkep rumah tua kediaman almarhum tempat napas terakhir dihembuskan dengan tenang.
Perayaan Haul tahun ini sengaja dimajukan mengingat anak tertua dari Inaqtuan stemah beserta baik baloq baru dapat hadir bersua karena berada di tanah rantau di bumi Siliwangi tepatnya Cianjur. Begitulah anak rantau hijrah mengikuti Sunnah Rasul jejak para nabi.
Hidup bertebaran di muka bumi dalam semangat jihad menjemput Rizki dengan senantiasa dalam Budi kemuliaan, memberikan manfaat pada sekeliling, patuh tunduk pada ajaran leluhur, saling meneguhkan, menguatkan satu sama lain, lapang dada, kerja keras baik sangka adalah ajaran almarhum yang selalu beliau tanamkan pada anak cucu dan ummat.
Di kenal ummat sekitar sebagai pelopor pendidikan penggerak peradaban bumi seribu menara. Sampai hari ini amanat beliau atas lembaga pendidikan sebagai wadah perjuangan membina ummat masih tetap berdiri kokoh untuk dapat dilanjutkan dikemudian hari.
Patuh pacu saling asah asih dan asuh. Memperkuat silaturahim adalah pondasi dasar kehidupan yang beliau selalu contohkan. Saat ini, keluarga besar bin Athar berkiprah dalam ragam corak yang berbeda. Terlebih yang di rantau tegak lurus kokoh teguh pada ajaran almarhum dimanapun berada, memberikan manfaat buat sekeliling.
Tujuh tahun beliau sudah berlalu dari pandanga mata, tapi ajaran beliau tetap hidup sepanjang masa. Kami keluarga besar bin Athar, Kokoh teguh pada nilai Budi kemuliaan, moral kehidupan yang beliau contohkan untuk saling asah asih asuh dalam semangat cinta kasih penuh kekeluargaan lapang dada.
Hendaklah berkata yang baik jika tidak bisa diamlah. Kutipan hadits Nabi ini masih terngiang, beliau selalu ingatkan untuk berprilaku, berkata tidak melukai siapapun. Terlebih zaman media sosial yang dengan gampang kita mengeshare berita, vidio, yang belum tentu kita tau kebenarannya. Fatwa beliau diatas sangat relevan dengan zaman kita sekarang. Jika tidak mengerti, paham sebaiknya jgn kita ikut menyebarkan berita bohong. Atau cukup dengan diam saja.
Haul yang ke-7 ini bertepatan dengan tahun pemilu. Secara kebetulan tahun ini ada penerus jejak almarhum yang juga maju sebagai wakil rakyat Dapil NTB 2 khusus pulau Lombok. Perjuangan beliau masih panjang, jalur politik pernah beliau masuki sebagai wadah perjuangan. Saat ini Samianto pejuang dan perantau ulung ini mencoba langkah beliau berhidmat masuk jalur politik. Suasana haul ke-7 di Bale Bleq/Sangkep
Perhelatan Haul ke-7 ini kita jadikan muhasabah utk semua, ” Apa yang sudah kita berikan persembahkan untuk sang almarhum bukan menanyakan apa yang almarhum kasih ke kita “. Senada dengan bahasa Bung Karno tempo dulu. “Jangan tanyakan kepada negara apa yang negara berikan kepadamu tapi tanyakan kepada dirimu apa yang pernah anda berikan pada negara”. Mari kita rajut, rekatkan, untuk tetap kompak utuh bersatu dalam bingkai keluarga besar bin Athar. Inilah ajaran beliau, agar selalu kita hidupkan, bumikan, dalam semangat cinta kasih.
Selamat tahun baru miladiyah semangat baru, pikiran baru, ucapan baru, tindakan baru. Dengan kebaruan ini kita tatap masa depan yang lebih cerah untuk terus maju berkarya melakukan yang terbaik. Kita kubur semua kekeliruan, kehilapan, karena manusia terbaik adalah yang mau memperbaiki diri bukan yang tidak pernah berbuat salah dan dosa. Lewat semangat Haul ke-7 pahlawan kita semua. Mari kita bangun semangat baru untuk kita lompat, terbang lebih jauh dalam semangat kompak utuh bersatu saling memaafkan. (An)