Sinar5news.com – Pada Malam 18 Ramadhan berlokksi di Masjid Nurul Hidayah Kampung Gowak Lauq Desa Mas-Mas, PD NWDI Loteng bekerja sama dengan PC NWDI Kec. Batukliang Utara mengadakan Safari Ramadhan 1443 H. Agenda ini dirangkaikan dengan Peringatan Nuzulul Quran.
Acara diawali dengan shalat Isya dan Qiyamu Ramadhan berjamaah. Turut hadir TGH Habib Ziadi (Ketum PD NWDI), Masjuddin (Ketua Lajnah Lazis NWDI), Munawar, SH (lajnah Hukum) dan Sahabudin (lajnah lazis). Hadir para tokoh masyarakat setempat termasuk TGH. Muzakkir Walad, M.Ag (Sekretaris Umum PD NW Loteng).

Ketua PC NWDI BKU, TGH. Abdul Gani, M.Pd.I dalam sambutannya mengajak jamaah masjid memperbanyak kesyukuran masih diberikan kesempatan bersua dengan Ramadhan. Saat banyak saudara atau rekan yang lain sudah terlebih dahulu dipanggil Allah.
“Sisa Ramadhan ini harus dimanfaatkan maksimal meraih berkat, rahmat, dan ampunan Alloh. Sebab belum tentu kita jumpa Ramadhan tahun depan. Perbaiki hubungan dengan sesama. Dan tingkatkan hubungan (taqarrub) kepada Alloh.” ungkap Pimpinan Ponpes AL Kautsar NWDI Reban Burung Aik Berik itu.

Salah satu tokoh Masyarakat yang juga pengurus PC NWDI BKU, H Nasir menyampaikan bahwa masjid Nurul Hidayah ini alhamdulillah sering dikunjungi ulama kharismatik. “Dulu pernah 2 kali didatangai Maulanasyaikh. Cucu beliau yaitu TGB juga pernah ke sini. Para Tuan Guru seperti TGH Lopan dan TGH Abdul Waris sering mengisi pengajian di masjid niki.” kenangnya. “Sebagai rasa syukur, tradisi mengaji dan mengundang ulama harus dilestarikan di masjid Nurul Hidayah Gowak Lauq ini,” pesan H Nasir.
Ketum PD NWDI Loteng dalam tausyiahnya mengajak jamaah untuk meramaikan masjid dengan ibadah ritual dan ibadah sosial. “Masjid ini belum jadi, kalau mau lekas rampung semua harus turun tangan. Kalau semua terlibat, maka itu nanti jadi urusan Alloh. Tapi semangat membangun harus semangat pula meramaikan. Dengan ibadah dan majelis pengajian.”
Ketum asal Praya ini menyampaikan bahwa di antara tugas dan tanggung jawab kita sebagai orang mukmin adalah peduli terhadap sesama. “Tidak boleh ada yang kelaparan di kampung ini. Kalau ada yang mati kelaparan, yang ditanya Alloh tetangganya, ditanya kadusnya, ditanya kadesnya dan seterusnya, bagaimana apa mereka peduli terhadap urusan warganya.”
Untuk memaksimalkan layanan sosial, alhamdulillah sekarang di setiap desa sudah ada Unit Pengumpul Zakat. UPZ tinggal menfasilitasi para agniya untuk menyalurkan zakatnya demi kemaslahatan Ummat. “Kalau semua taat zakat, tidak ada yang susah di kampung dan desa kita ini.”
Di akhir tausyiah ketum mengajak semua jamaah meneladani semangat menuntut dan menyebarkan ilmu para tokoh pendahulu kita. “Tanpa para tuan guru kita yang sudah wafat itu apa jadinya kita hari ini. Mari kita doakan mereka semua agar lapang kuburnya, diangkat derajatnya, dilestarikan pahalanya, dan kita memperoleh keberkahan dari perjuangan mereka.”pungkas beliau seraya diikuti oleh bacaan surat al Fatihah para Jamaah.



