
Wakil Bupati menjelaskan kondisi BUMD yang ada di Lombok Timur saat ini, termasuk penyertaan modal yang diberikan Pemerintah.
Dijelaskannya BUMD yang berstatus Perusahaan Daerah (PD) berorientasi pada bidang social, sementara yang berstatus Perseroan Terbatas (PT) lebih memiliki profit oriented. Secara spesifik disebutkan pula posisi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur yang saat ini belum mampu melayani masyarakat Lombok Timur secara menyeluruh.
Akan tetapi direncanakan adanya penambahan jaringan baru khusus wilayah selatan. Hal ini mengingat kesulitan warga di wilayah selatan untuk mengakses air bersih.
Kaitannya dengan itu Pemda akan memberikan tambahan penyertaan modal sebesar Rp. 4 M. Pemerintah juga melakukan pembebasan mata air di wilayah utara untuk menyokong kebutuhan air wilayah selatan.
Pemerintah, dijelaskan Wakil Bupati, memiliki komitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karenanya ia berharap agar BUMD yang ada, kendati belum dapat memberikan deviden, tidak menambah beban dengan mengalami kerugian. Wakil Bupati menyebut pula bahwa Pemda tidak alergi terhadap kritik. Apa yang disampaikan para mahasiswa ini menjadi pengingat bagi Pemerintah untuk tetap dalam koridor visi misi yang telah ditetapkan.




