Sinar5news.Com – Lombok Timur – Forum Wartawan Media Online (FWMO) Lombok Timur melakukan aksi Peduli Kekeringan dengan membagikan 12 tangki air atau setara dengan 1.800 liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan cukup parah yakni di Desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru,Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat(NTB). Sabtu (12/09/2020).

Ketua FWMO Lombok Timur, Syamsurrijal mengatakan, wartawan juga mempunyai kepedulian terhadap bencana kekeringan yang menimpa Lombok Timur. Apalagi beberapa bulan ini, warga Lombok Timur terutama di bagian selatan masih banyak kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
“Bantuan ini merupakan bentuk respon dari Wartawan Yang tergabung dalam FWMO, karena selama ini masih banyak Desa di Lombok Timur yang terdampak kekeringan. Sehingga untuk hari ini kami akan menyalurkan 12 tangki air bersih yang kami bagikan di Desa Ekas Buana. Di 4 titik dusun yang paling membutuhkan air bersih, yakni Dusun Tenges-enges, Bagik Cendol, Lendang Trak, dan Dusun Berore,” kata Rizal.

Dia berharap agar bantuan air bersih ini dapat bermanfaat kepada warga yang memang benar-benar membutuhkan. Sebab kemarau masih saja terjadi. Bahkan sehari sebelum pembagian air bersih oleh FWMO, Bupati Lombok Timur mengatakan, ada 15 kecamatan yang terancam kekeringan. Termasuk Kecamatan Jerowaru.
Sementara itu Kepala Desa Ekas Buana Ahmad Nursandi mengaku sangat berterimakasih kepada FWMO Lotim yang telah peduli untuk memberikan bantuan air bersih kepada warganya,yang saat ini sangat membutuhkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih Kepada Forum Wartawan Media Online(FWMO) Lombok Timur, yang peduli dengan masyarakat kami yang saat ini sangat membuthkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Sumur masyarakat kami disini cukup banyak tetapi kalau sudah mulai masuk bulan September sumur-sumur itu kering semuanya,” Ungkap Kades Ekas Buana.

Senada dengan Kades Ahmad Nursandi. Dahram warga Dusun Tenges-enges juga mengaku sangat kesulitan dengan air bersih. Sehingga untuk mendapatkan air bersih tersebut mereka membeli air untuk kebutuhan sehari-hari seharga Rp.200 ribu per Tangki.
“Saya mohon kepada pemerintah untuk memperhatikan kami yang saat ini kesulitan dengan air bersih, karena biaya yang kami keluarkan sangat besar tidak kurang dari Rp.600 ribu per bulan harus kami keluarkan uang untuk membeli air, sementara kalau musim kemarau begini, saya selaku petani tidak ada yang bisa kami tanam karena lading kami kering dan tandus,” Ungkap Dahram dengan nada sedih.
Sama halnya dengan Ibu Mutiara juga merasa terbantu dengan sumbangan air bersih dari FWMO. Sebab selama ini wilayah tempat tinggalnya benar-benar kering. Semua sumur warga setempat juga sudah tak berair. “Biar pun berair, air sumur di sini rasanya hambar,” kata Mutiara.
Masih kata dia, tahun ini pemerintah tidak pernah menyalurka air bersih di tempat tinggalnya. Kalau tahun lalu sudah. Sehingga, untuk memenuhi air besih untuk kebutuhan sehari-hari, dia dan warga setempat terpaksa membeli air. Satu tangki seharga Rp 200 ribu.
“Kami berharap bantuan air bersih ada lagi. Terutama dari pemerintah. Untuk wartawan yang sudah memberikan kami air bersih, kami ucapkan terimakasih,” pungkasnya.
Selain air bersih, FWMO Lombok timur juga membagikan alat tulis sekolah kepada puluhan anak-anak di sejumlah dusun yang ada di Desa Ekas Buana. Indriana yang mengaku sebagi siswi kelas VI SDN 8 Jerowaru, mengucapkan terima kasih kepada FWMO Lotim.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak-Bapak Wartawan yang telah memberikan kami, buku,pensil,Bolpoint,dan tas alat tulis. Dan kami akan manfaatkan bantuan ini dengan baik, pada saat kami masuk sekolah besak,” Kata Indriana kepada wartawan, dan memiliki cita-cita ingin jadi Polwan.




