
“Sebagai pondok markas quran tatanan serta disain pondok juga menerapkan model quran dalam pembangunannya, dimana tangga menuju asrama berjumlah 30 mengambil filosofi jumlah jus dalam quran. Demikian nanti selanjutnya, akan mengikuti gaya model quran. semua disini akan bernuansa quran. Urainya.
Dihadiri oleh semua santri wali santri jamaah dan berbagai tokoh undangan lainnya memperlihatkan bahwa pimpinan pondok sangat visioner upaya melahirkan generasi masa depan bangsa yang qurani. Walaupun tadinya sangat dinantikan kehadiran Gubenur Bpk Wahidin Halim dapat memukul gong serta menandatangani prasasti peletakan batu pertama masjid dilingkungan pondok.
” surat sudah kami sampaikan ke kantor Gubenur melalui biro umum sesui prosedur, kami doakan beliau bisa melihat pondok kami disini diwaktu lain sebagai pelayan dan penyambung lidah rakyat dan bisa berdialog lansung dengan generasi masa depan bangsa anak anak santri disini.” Tutur panitia.
Rena selaku anggota tim asal Cinangka menuturkan lewat telpon “mengingat waktu yang sangat singkat dan birokrasi yg sangat berbelit untuk bisa menghadirkan Gubenur setidaknya satu bulan surat sudah masuk minimal dua minggu dari hari pelaksanaan. Beliau juga sangat menyayangkan kenapa pemimpin nihin melayani rakyat masih harus menempuh birokrasi yg panjang. Sementara Gubenur sangat welcome dengan semua undangan apalagi ini menyangkut pendidikan anak bangsa”. Ungkapnya.( smy)




