Pembacaan Hizib Nahdlatul Wathan Rutin Digelar di Kediaman H. Ahmad Yani, Dirangkai Haul Ibunda
Jakarta Timur — Sabtu, 7 Februari 2026
Kegiatan pembacaan Hizib Nahdlatul Wathan (NW) kembali digelar secara khidmat di kediaman Bapak H. Ahmad Yani, beralamat di RT 002/005 Nomor 48, Kelurahan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini merupakan agenda bulanan yang telah berjalan rutin selama tiga bulan terakhir dan dilaksanakan secara istiqamah di rumah beliau.
Dalam keterangannya kepada media, H. Ahmad Yani menyampaikan harapan agar pembacaan Hizib Nahdlatul Wathan ini dapat terus berlangsung secara berkesinambungan. Bahkan dengan penuh ketulusan dan kecintaan, ketika ditanya sampai kapan kegiatan ini akan dilaksanakan di rumahnya, beliau menjawab dengan penuh keyakinan,
“Insya Allah, sampai hari kiamat.”
Ungkapan tersebut menjadi cerminan kecintaan beliau terhadap Hizib Nahdlatul Wathan yang merupakan amanah langsung dari Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, agar terus dibaca dan diamalkan karena memiliki nilai spiritual yang sangat besar bagi kebaikan dan keselamatan hidup—baik bagi pribadi, keluarga, masyarakat, hingga bangsa dan negara.
Kegiatan hiziban kali ini juga dirangkaikan dengan haul ibunda tercinta H. Ahmad Yani yang telah wafat. Para jamaah secara khusus mendoakan almarhumah dengan rangkaian tahlil dan doa, seraya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar almarhumah mendapatkan ampunan, rahmat, dan tempat terbaik di sisi-Nya.
Acara yang dimulai pukul 18.30 WIB hingga selesai ini dihadiri oleh para jamaah dari berbagai wilayah Jabodetabek. Antusiasme jamaah terlihat begitu kuat, mereka mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan dan ketenangan batin. Acara ini juga di lengkapi dengan pembacaan kisah Maulid Nabi yang dipimpin oleh Ustadz H. M. Husni Haris, S.Sos salah seorang sekretaris PW NWDI DKI Jakarta sekaligus sebagai penggerak dalam kegiatan-kegiatan keagamaan seperti Hizib Nahdlatul Wathan di wilayah Jabodetabek bersama Ketua majelis Hizib Nahdlatul Wathan Jakarta TGH. Lalu Mumtaz.
Suasana semakin syahdu dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh dua orang qari, salah satunya qari nasional dan satu lagi qari internasional, yakni Ust. Zul Makki, S.PdI dan TGH. Abdul Karim, dan kedua qori hebat ini berasal dari Lombok NTB. Bacaan Al-Qur’an yang merdu dan penuh penghayatan tersebut benar-benar menggetarkan hati para hadirin dan menambah kekhidmatan acara.

Selanjutnya, tausiyah disampaikan oleh ulama dan tokoh masyarakat sekaligus Ketua Pengurus Wilayah NWDI DKI Jakarta, Dr. H. Muslihan Habib, MA. Dalam tausiyahnya beliau menekankan bahwa mendoakan orang tua yang telah wafat merupakan bentuk rasa syukur dan bakti yang sangat mulia menurut para ulama.
Beliau mengutip firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an:
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ ۖ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
Artinya:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman: 14
Menurut beliau, bacaan-bacaan suci seperti hizib, Al-Qur’an, tahlil, dan doa merupakan pahala terindah yang akan sampai kepada almarhum dan almarhumah, khususnya keluarga besar H. Ahmad Yani.
Hadir pula dalam kegiatan ini para ketua dan Ppengurus Daerah NWDI DKI Jakarta dari wilayah Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan, serta Ketua Garda Sasak Indonesia (GSI) beserta beberapa anggotanya. Turut hadir Ketua DPC HIMMAH NWDI DKI Jakarta, Citra Lestari (masa khidmat 2025–2026).
Dalam kesempatan tersebut, atas masukan dan saran dari Mami Gede yang berada di Bogor, dilakukan pertemuan langsung dengan Ketua Umum PW NWDI DKI Jakarta, Dr. H. Muslihan Habib, MA. Pertemuan ini membahas rencana ke depan untuk mengagendakan forum strategis terkait penguatan peran HIMMAH NWDI, agar mampu menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan mahasiswi di seluruh Indonesia.
Ditekankan bahwa peran pemuda dan pelajar dalam NWDI sangatlah vital guna mendorong kemajuan organisasi di bidang pendidikan, sosial, dakwah, serta ekonomi keumatan, sebagaimana garis perjuangan yang telah diwariskan oleh pendiri NWDI.

Sebagai penutup acara, H. Ahmad Yani menunjukkan kepedulian dan kasih sayangnya kepada para jamaah dengan membagikan satu kilogram telur ayam dan aneka kue sebagai bentuk tali kasih atas kehadiran mereka. Tak hanya itu, beliau juga menyerahkan tiga karung beras kepada anak-anak panti asuhan yang berada di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta.
Semoga melalui kegiatan Hizib Nahdlatul Wathan ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabulkan seluruh hajat H. Ahmad Yani dan kita semua, melimpahkan keberkahan hidup, rezeki yang tak disangka-sangka, serta senantiasa melindungi dari segala bentuk keburukan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Penulis: Marolah Abu Akrom (jurnalis media SinarLIMA)



