Selanjutnya Mukayat menyatakan, Pancasila adalah identitas kita dan sebagai imunitas atau benteng dalam NKRI. Katanya, apalagi kita kuatkan dengan penerapan hukum dengan baik, tentu ancaman untuk mengganti ideologi Pancasila semakin terbatas geraknya.
“Pancasila harus kita amalkan agar paham-paham transnasional tidak mudah merasuki putra putri bangsa ini. Jadi mari kita evaluasi diri, Pancasila harus kita tegaskan ulang sudah final dan tak bisa digugat apalagi mau dirubah,” jawabnya.
Selain itu kata Mukayat, pemerintah harus paham bagaimana menerapkan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jangan sampai setiap rezim berbeda dalam menafsirkan dan mengamalkan pancasila.
“Jadi kita harus punya pedoman penerapan nilai-nilai pancasila yang benar. Terutama dalam implementasi pelaksanaanya yang berpihak pada rakyat bukan pada kekuasaan,” tandasnya.
Terakhir Nasib Abbas menjawab, Kalau penerapan agama Islam secara substantif sangatlah lebih penting. Tidak perlu negara Islam, yang paling penting bagaimana Islam bisa berkembang dengan baik seperti di Indonesia meskipun berdasarkan pancasila.
“Dasar negara kita sudah final, dasarnya Pancasila dan sebagai pilar negara, bersama NKRI, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika,” tegas Nasir Abbas. (red)


