Penamaan Masjid HAMZANWADI Oleh Maulana Syaikh Langsung

Penamaan Masjid HAMZANWADI Oleh Maulana Syaikh Langsung

Dalam rapat kemarin malam, malam jum’at 13/8/2020, rapat pengukuhan struktur kepengurusan Masjid HAMZANWADI NW (Nahdlatul Wathan) Jakarta, sekaligus rapat persiapan Peresmian Pesantren NW Kuningan, Kiyai H.Muhammad Suhaidi menceritakan sejarah penamaan Masjid HAMZANWADI dengan nama Maulana Syaikh langsung. Karena dari sekian banyak masjid yang beliau bangun hanya masjid Pesantren NW Jakarta yang langsung menggunakan nama beliau.

Nama adalah sesuatu yang menunjukkan kepada identitas seseorang, sehingga kalau ada orang besar yang disebut namnya, itu akan manpu menarik perhatian orang banyak dengan mendengarkan namanya ketika disebut.

Atau bisa saja orang menaruh namanya pada sesuatu karena saking sayangnya terhadap sesuatu itu, atau karena ada yang diharapkan sehingga menyematkan namanya kepada sesuatu.

Seperti itulah gambaran Masjid Hamzanwadi. Maulana Syaikh menaikkan namanya langsung sebagai nama Masjid di Pesantren NW (Nahdlatul Wathan) Jakarta mungkin memiliki tujuan tersendiri yang perlu dikaji dan diperhatikan, sebab bila dilihat dari sekian banyak Masjid yang dibangun, tidak ada yang menggunakan namanya langsung selain Masjid HAMZANWADI yang terletak di tengah PONPES NW Jakarta.

Dalam sambutan rapatnya kemarin malam, Kiyai H.Muhammad Suhaidi menceritakan, bahwa pada suatu hari Maulana Syaikh menyampaikan salam kepada orang yang mewakafkan Masjid Hamzanwadi yaitu Almarhum Drs. Rohman Agam dan keluarga melalui dirinya langsung. Kiyai H.Muhammad Suhaidi pun menyampaikan salam tersebut kepada pewakaf Masjid. Tak lama dari itu pewakaf bertanya; Apa Nama Masjidnya?. Mendengar pertanyaan itu, Kyai H. Muhammad Suhaidi tidak bisa menjawab langsung sebelum bertanya kepada Maulana Syikh.

Kiyai H.Muhammad Suhaidi melanjutkan sambutannya, ketika beliau pulang menghadap Maulana Syaikh, dan melaporkan tentang penamaan Masjid yang akan dibangun, Maulan Syaikh bertanya kepada Kiya H. Muhammad Suhaidi; Apa nggak marah saya namakan Masjid itu dengan HANZANWADI, nama saya langsung ?. Kiyai H.Muhammad Suhaidi menjawab ; Insya allah tidak. Tak lama dari itu, Lalu Maulana Syaikh minta dicarikan batu kali satu buah dari kampung halamannya Kiyai H.M.Suhaidi. setelah mendapatkan batu yang diminta, Maulan Syaikh menyimpan dan mendoakan batu tersebut selama 40 hari. Setelah itu, lalu batu tersebut diserahkan kembali kepada Kiyai H.M.Suhaidi dan mengatakan; Batu ini hancur, baru NW Jakarta akan hancur.

Beliu melanjutkan sambutannya, tentang pembuktian kata maulana Syaikh yang mengaitkan tentang kehancuran NW Jakarta dengan kehancuran batu yang diberikan Maulana Syaikh. Pernah Tata kota Pemerintah Jakarta Timur mau membuat jalan yang membentang melintasi tengah-tengah pesantren, sehingga dapat dikatakan sebagian tanah dan bangunan pesantren, termasuk Masjid tempat ditanamnya batu dari Maulana Syaikh akan kena gusur. Keputusan tersebut jelas menimbulkan kebingungan.

Dengan kebesaran Allah, melalui keramat Maulan Syaikh kebingungan itu terjawab dengan ditandai mimpi Kiyai H.Muhammad Suhaidi. Dalam mimpinya pada malam rabu, beliu melihat Maulana Syaikh melemparkan tongkatnya. Dan pada besok siangnya tiba-tiba Kiyai H.Muhammad Suhaidi dipanggil oleh pihak tata kota diberitahu tentang pembatalan NW kena penggusuran pembuatan jalan dan dialihkan ke tempat yang lain. Kiyai H.M. Suhaidi pun pulang ke Lombok melaporkan ke Maulana Syaikh tentang keputusan pembatalan tersebut. Mendengar laporan itu Maulan Syaikh senang dan mengatakan; berkat NW rumah sekelilingnya juga aman. Fath.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA