Pendar Cahya Rembulan

Pendar Cahya Rembulan

Dan benar saja,
Pendar cahaya bulan itu kini telah hadir merekah indah,
Sedangkan aku? Masih saja bergulat dengan hawa nafsuku sendiri,

Ah tolonglah saja,
Bantu aku, persiapkan segalanya tuk menyapa Sang Maha Dirindu alam semesta,
Tak bolehkah? Aku turut berbahagia atas perjumpaannya?

Ah yang benar saja, dosa masih bertumpuk saja berlagak ingin menjamu,
Lantas dengan apa kiranya kau jamu tamu Agung itu?
Ahh bagaimana lah, kukira memang benar bergelut dengan hawa nafsu itu tak pernah ada habisnya,

Namun apakah tamu agung itu tak melihat sisi baikmu? Tentu saja beliau melihatnya, percayalah!
Jangan penuhi hatimu dengan rasa putus asa lalu tinggalkan keistimewaan pendar cahaya itu,
Sebentar lagi, tepat 12 rabi’ul awal pada 1400 tahun yg lalu Sang Cahaya Rembulan dilahirkan,
Cahaya itu hadir menjadi penerang gegap gempita malam,
Menjadi udara sejuk yang melegakan setiap deru nafas yang berkumandang,
Memperelok segala tutur kata dan tindak tanduk seisi alam!

Ahh bahkan mau bahagaimanapun aku menggambarkannya, tetap saja , Rembulan itu, Sang Utusan Allah Tuhan Penjuru sekalian Alam itu akan selalu lebih indah dari apapun yang bisa dibayangkan.

– Atika Dewi Nurbaya, Jakarta, 19 Januari 2020.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA