Berkata Imam Anas bin Malik: “Barang siapa yang melaksanakan fiqh saja tanpa dibarengi dengan pelaksanaan tasawuf,maka ia termasuk orang yang fasiq. Siapa yang hanya melaksanakan tasawuf saja tanpa fiqh, maka ia termasuk orang zindiq. Siapa yang mengerjakan keduanya secara sinergis, maka ia orang-orang yang mencapai derajat hakikat”.
Ajaran tasawuf di Indonesia sebagian tersebar dalam bentuk tarekat. Setiap tarekat mempunyai syaikh atau mursyid. Siapa yang ingin ajaran dan amalan tarekat, maka ia harus bersumpah setia pada syekh atau mursyid dalam tarekat tersebut.
Salah satu dari tarekat itu adalah Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan, sebagai pengamalan tasawuf bagi warga NW yang didirikan oleh al Maghfurlah Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
Beliau mengatakan — Syariat itu uraian, tarekat itu pelaksanaan, sedang ma’rifat adalah tujuan pokok yaitu pengenalan tuhan yang sebenar-benarnya. Beliau juga menganalogikan syariat sebagai perahu, tarekat adalah lautan, hakikat adalah mutiara dan orang tidak akan dapat mutiara kecuali melewati lautan dengan menggunakan perahu.
Ajaran tasawuf beliau tidak memisahkan fiqh dengan tasawuf sendiri, persis seperti argumen Imam Anas bin Malik di atas. Tarekat beliau juga disebut tarekat akhir zaman, yakni melalui bisyarah Nabi Hidhir as. Berkaitan dengan hal itu, beliau mengatakan dalam bait syairnya;
Tarekat hizib tarekat terakhir
Dengan bisyarah al basyirunnazir
Kepada bermi al faqir al haqir
Ditauqidkan oleh al hidir
Tarekat Hizib NW dan Hizib NW mempunyai perbedaan. Tareqat hizib merupakan intisari dari hizib NW, substansi bacaannya tidak beda dengan hizib NW tapi lebih ringkas. Hizib NW itu adalah kumpulan bacaan zikir sehari-hari yang diamalkan warga Nahdlatul Wathan, jauh sebelum Tarekat Hizib NW ada. Pun bedanya jua pada bentuk pengamalannya, untuk tarekat wajib dibaca dan jika ditinggal harus diqada oleh jamaah yang telah baiat kepada al Maghfurlah Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
Dzikir tarekat tersebut adalah;
محمد رسول الله والذين معه اشداء على الكفار رحماء بينهم تراهم ركعا سجدا يبتغوان فضلا من الله ورضوانا……..الخ.
Sampai wafatnya sang pendiri, bacaan wirid tersebut tetap dilanjutkan melalui pengijazahan oleh orang-orang yang diamanahkan sang pendiri tarekat ketika masih hayat. Praktisnya cara pengamalan tarekat hizib ini, bisa menjadi alternatif dalam kehidupan zaman modern ini, seorang hidup damai dengan kedekatan bersama Allah Swt. tanpa kehilangan dunia. Hal ini menarik minat berbagai kalangan untuk mendapat ijazah Tarekat Hizib NW, baik dari nelayan, petani, pedagang, montir bengkel dan bahkan kalangan profesional pun tertarik dengan tarekat ini.
📚 Tarekat Hizib Dalam Tarekat Mu’tabaroh Indonesia
📚 Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru
_________________



