NW sejati wajib berpedoman
Dalam menata kehidupan
Berlandaskan nilai Quran
Juga Hadits Nabi junjungan
NW sejati dalam menjalani kehidupan di dunia ini, senantiasa berpedoman pada dua landasan pokok yaitu Al Quran dan Hadits Nabi. Jangan sampai kita menjalani hidup ini semaunya sendiri tanpa mengindahkan aturan yang telah disyari’atkan oleh agama Islam dalam Al Quran dan Hadits Nabi tersebut. Semua mesti diatur dan ditata sebaik mungkin dalam semua aspek kehidupan seperti aspek ibadah, mu’amalah, munakahat dan lain-lain, baik yang bersifat individu maupun yang bersifat sosial dalam kehidupan masyarakat, agar hidup kita memiliki arti dan makna baik bagi dunia sekarang ini, maupun bagi akhirat nanti.
Bila Quran Hadits jadi pedoman
Tentu hidup pastilah aman
Tertata rapi penuh kesopanan
Terhindar dari segala kemungkaran
Bila Al Quran dan Hadits dijadikan pedoman utama dalam hidup di dunia ini, pastilah hidup menjadi aman, damai dan tentram. Tidak akan ada kezholiman, penindasan dan perbuatan tercela lainnya. Akhlak kesopananpun dapat tertata dengan rapi, terbangun nilai-nilai etika dan moral yang luar biasa. Segala jenis kemungkaran dapat dihindari, sehingga manusia selamat dari kejamnya hawa nafsu yang selalu mendorong kepada keburukan.
Al Quran adalah wahyu Allah
Menuntun umat hidup terarah
Sehingga mendapat limpah barokah
Dari dunia sampai akhirah
Al Quran adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Diantara fungsi utama diturunkan Al Quran adalah menuntun umat manusia agar hidup terarah, lurus dan tidak menyimpang. Kalau hidup kita sesuai dengan standar Al Quran, maka akan tercurah limpahan barokah dari langit dan bumi. Barokah ini akan terus didapatkan hingga akhirat nanti. Di akhirat puncak barokah yang didapatkan adalah mendapatkan syafa’at (pertolongan dan pembelaan) dari Al Quran, sehingga ketika melintasi jembatan shirathal mustaqim akan selamat dan diperkenankan masuk kedalam surga bigoiri hisab (tanpa melalui proses perhitungan). Perhatikan firman Allah dalam Al Quran Surat Shad (38) ayat 29:
كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ إِلَيْكَ مُبَٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلْأَلْبَٰبِ
Artinya : “Ini adalah sebuah Kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan barokah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran”.
Hadits adalah ajaran Nabi
Mengatur hidup secara Islami
Halal dan haram diperinci
Perintah dan larangan dipatuhi
Demikian juga hadits Nabi Muhammad SAW mempunyai peranan yang sangat penting untuk mengatur hidup manusia. Karena bagaimanapun, manusia memiliki keterbatasan dalam akal dan jiwanya, dan tentu tidak akan mungkin dapat mengatur dirinya secara kaffah (total). Maka melalui hadits-hadits Nabi akan diajarkan secara jelas dan terperinci bagaimna mengatur hidup yang benar, sehingga akal dan jiwanya dapat difungsikan dengan maksimal. Diantara ajaran Nabi dalam hadits-haditsnya yaitu menunjukkan mana yang halal mana yang haram, mana yang perintah mana yang larangan. Dengan mengetahui mana yang halal dan haram, manusia akan selektif dalam memilih hal-hal yang dihalalkan dan tidak sembrono melakukan hal-hal yang diharamkan. Demikian juga dengan mengetahui perintah dan larangan, akan berhati-hati dalam menjalani hidup ini. Jika itu perintah, maka dengan segera mematuhinya tanpa berpikir panjang dan jika itu suatu larangan, maka dengan segera meninggalkannya, karena sadar bahwa larangan itu pasti berdampak negatif bagi diri sendiri dan orang lain.
Nabi kita telah bersabda
Bila berpegang dua pusaka
Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya
Tidak tersesat selama-lamanya
Nabi kita menjamin (memberi garansi) dalam sabdanya, bila kita senantiasa istiqamah berpegang teguh pada dua pusaka utama yaitu Al Quran dan Sunnah (hadits) yang diwariskan kepada kita, maka sedikitpun kita tidak akan tersesat selama-lamanya. Artinya selama dalam hidup manusia di dunia hingga ajalnya tiba, bila berpegang teguh dengan melaksanakan semua ajaran-ajaran mulia di dalamnya, maka selamatlah hidupnya. Tidak akan ada satu kekuatan apapun yang mampu menyesatkan dan menyengsarakannya. Bahkan ketika masuk di alam kubur dan di alam akhirat nanti, hidupnya diliputi luapan bahagia dengan sebenar-benarnya, karena Allah telah menyediakan tempat yang terindah di surga-Nya. Perhatikan hadist berikut, pahami dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari, agar hidup kita selalu berada pada jalan yang lurus dan terhindar dari jalan yang bengkok (sesat):
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ
Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. (Hadits Shahih Lighairihi, H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm. Dishahihkan oleh Syaikh Salim al-Hilali di dalam At Ta’zhim wal Minnah fil Intisharis Sunnah, hlm. 12-13).
Bekasi, 29 Jumadil Akhir 1441 H/24 Feburari 2020 M




