NW sejati tak kenal lelah
Berjuang membela agama Allah
Terus menerus dengan istiqomah
Demi meraih hidup barokah

NW sejati dimanapun berada tak mengenal kata lelah dalam berjuang membela agama Allah. Membela agama Allah itu artinya menegakkan nilai-nilai mulia yang terkandung dalam agama Islam kepada keluarga, kerabat, atasan, bawahan dan lain-lain. Ini dilakukan secara terus menerus (istiqamah) demi meraih kehidupan yang penuh dengan limpahan barokah dari Allah SWT.
Tidak ada barokah yang paling tinggi melebihi kebarokahan berjuang menegakkan agama Allah. Karena agama Islam ini adalah agama yang sempurna dalam segala bidang kehidupan, sehingga akan terwujudlah nilai-nilai kerukunan, kedamaian, persatuan dan kebersamaan dalam segala apapun. Ketika semua ini terwujud dalam kehidupan nyata, maka tercurahlah kebarokahan itu meliputi seluruh umat manusia di muka bumi ini.
Diantara yang paling berharga
Berjuang membela agama
Tulus ikhlas sepenuh jiwa
Dengan harta jiwa dan raga
Segala apapun yang dianggap berharga oleh manusia di dunia ini, seperti emas, permata, mutiara dan lain-lain, ternyata yang paling berharga adalah berjuang membela agama Allah. Ketika kita membela agama Allah, pasti hidup kita selalu dalam kebaikan. Hukum tegak secara benar, keadilan merata, ekonomi maju, politik bersih, kemakmuran tercapai dan hubungan komunikasi kepada sesama terbangun dengan harmonis.
Semua ini akan benar-benar dapat dirasakan apabila kita gigih dan sungguh-sungguh disertai keikhlasan dalam berjuang menegakkan agama Allah baik dengan ilmu, harta, tenaga bahkan dengan nyawa sekalipun. Inilah makna berjuang secara total menggapai hidup penuh dengan bahagia lahir maupun batin.
Berjuanglah dengan istiqomah
Diantaranya melalui dakwah
Mengajak mereka ke jalan Allah
Untuk tekun dalam ibadah
Berjuang yang benar itu dilakukan secara istiqomah sepanjang masa. Di dunia ini tidak ada hal apapun yang didapatkan secara instan (tiba-tiba) dalam waktu sekejap tanpa melalui proses perjuangan. Seseorang itu tidak akan pernah disebut pejuang, bila tidak melewati liku-liku panjang dengan segala tantangannya.
Diantara berjuang yang paling tinggi nilainya adalah melalui dakwah. Dakwah itu mengajak orang lain untuk selalu berada pada jalan Allah yaitu jalan keislaman yang lurus. Untuk mencapai jalan yang lurus itu diantara upayanya adalah mengajak mereka untuk tekun dalam beribadah, baik yang bersifat wajib maupun yang bersifat sunnah.
Mengajak orang untuk ibadah
Sangat berat tidaklah mudah
Membutuhkan cara yang indah
Sesuai dengan panduan syari’ah
Biasanya mengajak orang untuk beribadah sangat berat, tidak semudah yang kita bayangkan. Membutuhkan suatu kesabaran yang tinggi dan dilakukan dengan cara yang seindah mungkin sesuai panduan syariat Islam. Al Quran membimbing kita ketika berdakwah mengajak umat untuk tekun beribadah dengan cara yang penuh hikmah (dengan lembut, bijak dan keteladanan). Hal ini disebutkan dalam Al Quran surat An Nahl ayat 125:
ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِۖ وَجَٰدِلۡهُم بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.
Dengan berjuang hidup barokah
Rizki mengalir bertambah-tambah
Sehat selamat penuh Rahmah
Jiwa tenang tidak gelisah
Diantara tujuan pokok kita diperintahkan berjuang adalah agar hidup senantiasa diliputi limpahan barokah dari Allah. Karena berjuang itu intinya bergerak mengerahkan segala potensi yang ada untuk kemaslahatan diri sendiri dan orang lain. Dalam pepatah arab disebutkan, “alharakah barokah” artinya bergerak untuk berjuang, mendatangkan nilai barokah dalam kehidupan. Diantara wujud kebarokahan yang didapatkan adalah memperoleh rizqi yang terus mengalir bahkan bertambah banyak. Badan sehat, hidup selamat, selalu diliputi rahmat Allah dan jiwa damai, tenang dan bahagia jauh dari rasa resah, gelisah dan sengsara yang menghimpit jiwa.
Jakarta, 23 Desember 1441 H/20 Desember 2019 M



