NW sejati selalu semangat
Menegakkan suatu kalimat
Kalimat tauhid yang penuh hikmat
Sampai datang hari kiamat
NW sejati dimanapun berada semangatnya terus berkobar dengan lisannya menegakkan kalimat tauhid yaitu “Laa ilaaha illallah” yang artinya tiada tuhan yang berhak untuk disembah, kecuali Allah semata.

Ketauhilah bahwa kalimat tauhid ini adalah kalimat yang penuh dengan hikmat mengandung makna yang sangat dalam dan rahasia yang sangat besar didalamnya. Diantara rahasianya adalah mengantarkan manusia menjadi insan yang betul-betul memiliki jiwa tauhid yang mapan. Karena dengn tauhid yang mapanlah, akan terhindar dari angkara murka dan azab derita yang sangat menyakitkan.
Maka kalimat tauhid ini akan terus bergelora dan ditegakkan sepanjang masa hingga datangnya hari kiamat yang sangat dahsyat menghancurkan alam semesta.
Kalimat tauhid kalimat suci
yang diajarkan oleh para Nabi
Diteruskan oleh para wali
Terus menerus hingga saat ini
Kalimat tauhid ini kalimat yang sangat suci yang mesti dibaca setiap hari. Para nabi dan para waliyullah telah bersusah payah mengajarkan kalimat tauhid ini. Seumur hidup mereka istiqamah mengajarkannya tanpa dibayar dan tak kenal lelah dengan segala tantangan, ujian dan derita yang mereka alami. Karena prinsip mereka bahwa kalimat tauhid inilah yang paling berharga dan paling tinggi nilainya. Seandainya nilai kalimat tauhid ini ditimbang dengan langit dan bumi, maka kalimat tauhid jauh lebih berat dan lebih bernilai.
Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Abdullaah bin ‘Amru, dari Nabi shallallaahu ‘alayhi wa sallam, beliau bersabda:
إنَّ نبيَّ الله نوحًا صلَّى اللهُ عليه وعلى آله وسلَّم لَمَّا حضَرَتْه الوفاةُ، قال لابنه : آمرك بلا إله إلا الله ، فإن السموات السبع والأرضين السبع لو وضعت في كفة ، ولا إله إلا الله فى كفة رجحت بهن لا إله إلا الله ، ولو أن السموات السبع والأرضين السبع كن حلقة مبهمة لقصمتهن لا إله إلا الل
Sungguh, Nabi Nuh berkata kepada anaknya menjelang kematiannya, ‘Aku memerintahkanmu untuk berpegang teguh dengan La ilaha illallah, karena seandainya langit yang tujuh dan bumi yang tujuh diletakkan di satu daun timbangan, sementara Laa ilaaha illallaah diletakkan di daun timbangan yang lain, niscaya Laa ilaaha illallah’ lebih berat. Dan seandainya langit yang tujuh dan bumi yang tujuh adalah lingkaran besi yang pegal (keras dan padat), niscaya La ilaha ilallah dapat mematahkannya.
Diantara wali yang hebat
Syaikh Zaiuddin penuh keramat
Setiap hari mengajarkan umat
Kalimat tauhid yang sangat manfaat
Semua waliyullah mengajarkan kalimat tauhid, karena untuk ini mereka berada di bumi ini. Seandainya tidak ada waliyullah, maka kalimat tauhid ini tidak akan pernah tersebar secara merata.
Diantara waliyullah yang sangat tersohor, hebat dan penuh keramat adalah Sulthanul Auliya Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Beliau adalah pendiri organisasi NW (Nahdlatul Wathan) di Lombok NTB.
Melalui NW ini Maulana Syaikh mengajarkan kalimat tauhid secara terperinci dan mendalam. Wujud dari penanaman kalimat tauhid ini dikemas dalam jargon yang simple dan praktis dengan kalimat pokoknya NW, Pokok NW Iman dan Taqwa.
Dengan membangkitkan energi iman dan dibuktikan dengan amal salih yang melahirkan nilai taqwa, maka kalimat tauhid itu makin kokoh tertanan di dalam jiwa. Sehingga kita menjadi hamba Allah yang selalu mendekatkan diri kepada-Nya.
Dengan kalimat tauhid sempurna
Iman tumbuh kokoh di jiwa
Jiwa bersih tiada noda
Bersinar terang bagai purmama
Bila kalimat tauhid ini sempurna, maka iman akan tumbuh dengan kokoh di dalam jiwa. Agar kalimat tauhid ini benar-benar sempurna, mesti ada upaya lahiriyah yang mesti dilakukan secara gigih. Diantaranya dengan banyak mengucapkan kalimat La ilaaha illallah disertai penghayatan yang mendalam sampai benar-benar merasuk kedalam hati.
Bila kalimat tauhid ini sudah merasuk kedalam hati, maka jiwa itu akan bersih dari segala noda dosa yang mengotorinya. Sehingga jiwa itu menjadi terang bercahaya bagai bulan purnama yang menyinari gelapnya malam.
Mari kita menggelorakan
Kalimat tauhid dalam kehidupan
Hingga datangnya kematian
Husnul khatimah pasti didapatkan
Mari kita menggelorakan kalimat tauhid ini dengan lisan kita dalam kehidupan sehari-hari selagi umur masih ada. Karena pada akhirnya semua kita akan didatangi oleh kematian cepat atau lambat. Tentu kita ingin kematian kita nanti berakhir dengan husnul khatimah. Dengan kalimat tauhid yang terus bergelora, maka In sya Allah kita akan meninggal dengan cara yang sangat indah yaitu kematian yang bersifat husnul khatimah.
Kematian husnul khatimah adalah kematian yang sangat diharapkan bagi semua orang yang beriman. Inilah cita-cita tertinggi yang mesti ada dalam benak kita. Karena apalah artinya hidup kita dengan segala macam harta benda dan jabatan tinggi yang kita miliki, apabila kematian kita berakhir dengan suul khatimah (kematian yang buruk). Oleh karena itu mari kita benahi tauhid kita dengan selalu membaca kalimat “Laa ilaaga illallah” kemudian mentadabburinya secara luas, utuh dan mendalam (komprehensif), agar tercapai kematian yang husnul khatimah.
Jakarta, 19 Jumadil Awwal 1441 H/15 Januari 2020 M




