NW sejati tak lupa diri
Ingat selalu pada Ilahi
Walau duduk di posisi tinggi
Sikap selalu rendah hati

NW (Nadlatul Wathan) sejati itu hatinya sedikitpun tak pernah lalai dan lupa untuk selalu ingat kepada Allah, walaupun mempunyai kedudukan dan jabatannya tinggi, entah itu di dalam jabatan pemerintah, organisasi, perusahaan dan lain sebagainya. Semua itu tidak membuat hati congkak dan sombong. Hidupnya benar-benar rendah hati, tidak suka pamer, apalagi menganggap dirinya lebih terhormat dari yang lainnya.
Orang yang selalu rendah hati
Mengikuti ajaran nabi
Derajat hidupnya makin tinggi
Akhlak dirinya makin terpuji
Orang yang selalu rendah hati bukan karena kemauannya sendiri, tapi mengikuti ajaran baginda Nabi Muhammad SAW. Nabi sendiri saja yang diberi pangkat sayyidunnas (pemimpin seluruh manusia), sayyidul ambiya’ walmursalin (pemimpin para nabi dan rasul), khatamul ambiya’ (penutup para nabi) dan yang memberi syafaat (pertolongan) di akhirat kelak, sedikitpun tidak menunjukkan kesombongan dalam hidupnya.
Nabi dalam sabdanya menyampaikan keutamaan orang yang rendah hati (tawadhu’) yaitu Allah akan mengangkat derajat yang tinggi dari dunia hingga akhirat kelak.
وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ ِللهِ إِلّاَ رَفَعَهُ اللهُ عَزَّوَجَلَّ
“Tidaklah seorang bertawadhu’ yang ditunjukkan semata-mata karena Allah, melainkan Allah Azza wa Jalla akan mengangkat (derajat)nya.” [HR. Muslim]
Dalam kehidupan sehari-haripun orang yang rendah hati senantiasa menunjukkan akhlakul karimah (perilaku hidup yang mulia) kepada siapapun, baik dengan ucapan, maupun dengan perbuatannya.
Rendah hati membuat diri
Tidak sombong sama sekali
Atas karunia yang Allah beri
Selalu bersyukur tiada henti
Sikap rendah hati menjadi salah satu metode yang sangat efektif untuk membuang rasa sombong yang banyak dihinggapi oleh manusia dari sejak dulu sampai saat ini. Biasanya ketika manusia mendapatkan suatu karunia entah itu berupa harta, tahta, pangkat dan jabatan, cendrung membuat lupa diri, sehingga muncullah rasa sombong yang menghiasi diri.
Orang yang rendah hati, akan selalu bersyukur kepada Allah, sekecil apapun nikmat karunia yang diterima. Karena pada hakekatnya semua itu adalah bentuk kemurahan dan kasih sayang Allah yang diberikan kepadanya.
Rendah hati sikap mulia
Yang tertanam di dalam jiwa
Orang-orang segan padanya
Berwibawa dan penuh cinta
Sikap rendah hati adalah sikap kepribadian mulia yang tertanam dengan baik di dalam jiwa. Sehingga jiwa tersebut menjadi lapang, damai dan dekat kepada Allah. Sedikitpun tidak ada rasa benci, dengki dan merendahkan siapapun, bahkan bagitu sangat memuliakan orang lain dengan sikap terbaik. Dengan sikapnya yang mulia ini, orang-orang begitu segan, sopan dan menaruh hormat kepadanya. Maka secara otomatis hidupnya menjadi berwibawa, berharga dan bermakna. Orang-orang disekitar amat sangat mencintainya secara tulus, tanpa paksaan dari siapapun.
Rendah hati dalam agama
Tawadhu’ jelas itu namanya
Mari kita mengamalkannya
Agar hidup penuh bahagia
Dalam agama Islam sikap rendah hati itu disebut tawadhu’. Jika dalam keseharian kita senantiasa mengamalkan sikap rendah hati, maka hidup kita selalu diliputi rasa Bahagia. Tidak ada tekanan yang menghimpit jiwa, tidak ada pikiran kotor yang merusak akhlak, moral dan tatakrama. Puncaknya nanti Allah akan memasukkan kita kedalam surga, dengan aneka kenikmatan tiada tara yang akan kita rasakan selama-lamanya.
Semoga kita sebagai umat Islam terutama kaum Nahdhiyyin yang betul-betul berjiwa NW, akan terus istiqamah menghiasi diri dengan sikap rendah hati agar tercapai hidup Bahagia di dunia (fiddunya hasanah) dan juga hidup Bahagia di akhirat (wafilakhirat hasanah) serta terbebas dari siksa api neraka (waqina ‘adzabannar). Aamiin.
Bekasi, 9 Rabiul Akhir 1441 H/5 Desember 2019 M



