Sinar5news- Phenomena beredarnya bendera tengkorak bajak laut one piece akhir- akhir ini menjadi diskursus banyak warga net di media sosial. Menyambut hari kemerdekaan 17 Agustus sebagai hari lahir merah putih bangsa Indonesia. Bendera bajak laut telah berkibar dijalanan, pohon-pohon, kendaraan disebagian wilayah Nusantara. Atas beredarnya bendera tengkorak berwarna hitam ini memacu netizen angkat bicara. Media sosial hangat dengan forum diskusi warga. Menarik untuk kita cermati atas berbagai pandangan netizen yang tentu bersuara beragam dengan latar belakang yang berbeda pula.
Polhukam Budi Gunawan geram menilai tindakan pengibaran bendera tengkorak tersebut sebagai tindakan makar tidak bisa dibiarkan karena mengganggu stabilitas nasional. Sementara pandangan sebagian rakyat netizen berpandangan Merah Putih bendera keramat bendera suci yang diperjuangkan dengan darah dan air mata jangan dikotori, dikibarkan di negari koruptor oleh tingkah laku para pelaksana pemerintahan dan abdi negara, partai yang bermental garong/rampok, menghabisi uang rakyat untuk memperkaya diri dan golongan. Sementara rakyat selaku pemilik pewaris negri ditelantarkan hidup lemah bertambah lemah. Begitulah netizen angkat bicara memenuhi ruang sosmed baik melalui pesan singkat, drama, cerita pendek dan Yutobe.
80 tahun usia kemerdekaan Indonesia. Rakyatnya masih kesulitan, hidup lemah bertambah lemah, menderita. Rakyatnya masih hidup miskin ditanah Nusantara yang subur makmur. Negri yang dianugerahi kekayaan melimpah ruah baik kandungan perut bumi maupun hasil alamnya menjadi rebutan dunia. Memiliki lautan, hutan, pulau besar dan kecil terbaik dan terluas di dunia. Masyarakat nya santun beradab berbudaya. Negri surgawi yang dikelola oleh mereka aparatur yang berjiwa Pancasila katanya. Tapi selalu salah menafsirkan, menjalankan kebijakan negara. Bukankah gaya demikian bagian dari keserakahan, mengkhianati negri, melanggar sumpah jabatan kitab suci yang dipundaknya.
Apakah ini bertanda rakyat sudah kehabisan kata – kata meminta kepada pemimpin nya agar makna kemerdekaan yang diperjuangkan leluhur bersama rakyat Indonesia tempo dulu masih sebatas janji kampanye yang tidak ada ujung pangkalnya. 80 tahun bukankah masa yang sudah sangat panjang. Sementara tanda – tanda menuju rakyat sejahtera adil makmur masih jauh panggang dari api. Tiap berganti pemimpin Indonesia masih disibukkan oleh prilaku para koruptor yang tidak kunjung habis. Lalu kapan para pemimpin dapat dengan tenang dan lancar mengahdirkan arti kemerdekaan untuk warga bangsa.
Masa 80 tahun menanti hasil pembangunan agar bisa hidup layak di negri kaya raya, tidak kunjung muncul. Pantas kemudian rakyat demonstrasi melawan lewat simbul dengan mengibarkan bendera hantu bajak laut. Bahwa negri ini masih dipenuhi hantu, hak rakyat terus dibajak dieksploitasi oleh mereka para Mafioso tanpa pernah dapat dihentikan. Sesungguhnya inilah teroris sesungguhnya merampok hak rakyat. APBN habis digarong dilucuti oleh mereka yang sejatinya menjadi teladan rakyat tapi menjadi hantu negri.
Merangkul yang tengah resah begitulah editorial metro tv mengangkat tema pagi ini ikut mengangkat kerisauan sebagian masyarakat menyuarakan keritik sosial atas penyambutan kemerdekaan yang sudah berusia 80 tahun tidak kunjung mengahdirkan makna dan arti kemerdekaan sesungguhnya. Dana aspirasi yang menggunakan uang rakyat yang digunakan DPR wakil rakyat tidak sampai menyisir mendengar mereka rakyat yang tidak berafiliasi dengan partai. Pengibaran bendera bajak laut adalah komunikasi non verbal yang tidak perlu teriak di jalanan sebagimana demonstran jauh lebih efektif tanpa mengganggu pejalan kaki. Ungkap mereka sebagai protes atas kebijakan negara yang tidak berpihak kaum miskin.
Dalam kaca mata hukum mereka juga tidak melanggar karena mereka tetap mengibarkan bendera merah putih diatasnya. Hanya tahun ini dibarengi dengan bendera bajak laut. Forum Kebangsaan menilai bendera ini sebagai protes anak bangsa terhadap para pemangku kepentingan pelaksana pemerintahan agar serius menjalankan amanah negara. Kerja profesional untuk menghadirkan makna kemerdekaan berdasarkan Pancasila. Para elit negara agar dapat melihat diri ke dalam sebagai evaluasi, para ketua partai- partai besar yang hidup berlimpah ruah penuh intrik dan taktik sementara konstituen mereka masih banyak yang lapar di negri kaya raya. Boleh jadi mereka yang kibarkan bendera bajak laut hatinya lebih mencintai merah putih dari mereka yang terus mencuri uang rakyat melalui relasi kuasa nya. Protes pengibaran bajak laut adalah cara mereka melawan karena kehabisan kata – kata agar dalam bulan kemerdekaan ini semua lapisan masyarakat terutama elit lebih bijak, mawas diri dan jangan terus kotori negri ini dengan merampok menggarong hak rakyat.
Hendaklah para elit merespon pengibaran bajak laut dengan saling mengevaluasi diri dan kelembagaan. Presiden Prabowo merespon itu adalah kretifitas agar para elit lebih peka menjadi pelayan rakyat. Bahwa momentum bersejarah ini agar semua melihat dengan perspektif nurani. 80 tahun usia kemerdekaan Indonesia masih menjadi negar miskin akibat ulah para elit, partai yang merusak tatanan negara yang korup dan menjajah negri sendiri. Demikian kesimpulan diskusi forum kebangsaan atas beredarnya bendera bajak laut tahun ini. ( Sm)




