Perhatian Penggunaan Abilify, Efek Samping, Interaksi Abilify dan Kontraindikasi Abilify 

Perhatian Penggunaan Abilify, Efek Samping, Interaksi Abilify dan Kontraindikasi Abilify 

Sinar5news – Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi abilify, yaitu: 

  • Kunjungi tim perawatan untuk pemeriksaan rutin tentang kemajuan pengobatan. 
  • Beri tahu tim perawatan jika gejala tidak mulai membaik atau jika memburuk. Jangan berhenti minum kecuali atas saran tim medis. 
  • Waspadai perubahan perasaan yang tiba-tiba seperti merasa cemas, gelisah, panik, mudah tersinggung, bermusuhan, agresif, impulsif, sangat gelisah, terlalu bersemangat dan hiperaktif, atau tidak bisa tidur. Jika ini terjadi, terutama pada awal pengobatan antidepresan atau setelah perubahan dosis, hubungi tim medis. 
  • Kamu mungkin pusing atau mengantuk. Jangan mengemudi, menggunakan mesin, atau melakukan apapun yang memerlukan kewaspadaan mental sampai tahu bagaimana obat ini memengaruhi kesehatan.
  • Jangan berdiri atau duduk dengan cepat, terutama jika kamu adalah pasien yang lebih tua. Ini mengurangi risiko pusing atau pingsan. Alkohol dapat mengganggu efek obat ini. Hindari minuman beralkohol.
  • Obat ini dapat menyebabkan masalah dalam mengontrol suhu tubuh. Ini dapat menurunkan respons tubuh terhadap suhu dingin. 
  • Obat ini dapat menyebabkan mata kering dan penglihatan kabur. Jika kamu memakai lensa kontak, kamu mungkin merasa tidak nyaman. Memberikan pelumas mata dapat membantu. 
  • Obat ini dapat meningkatkan gula darah. Tanyakan kepada tim perawatan apakah perubahan dalam diet atau pengobatan diperlukan jika kamu mengidap diabetes. 

Efek Samping Abilify

Efek samping yang kemungkinan bisa terjadi setelah mengonsumsi obat abilify adalah: 

  • Reaksi alergi, seperti ruam kulit, gatal, gatal-gatal, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • Gula darah tinggi (hiperglikemia).
  • Peningkatan rasa haus atau jumlah urine, kelemahan atau kelelahan yang tidak biasa, penglihatan kabur.
  • Sindrom ganas neuroleptik dengan gejala demam tinggi, otot kaku, keringat berlebih, detak jantung cepat atau tidak teratur, dan kebingungan. 
  • Tekanan darah rendah, pusing, merasa ingin pingsan atau pusing, penglihatan kabur.
  • Sakit atau kesulitan menelan.
  • Ereksi yang berkepanjangan atau menyakitkan.
  • Kejang
  • Stroke, tiba-tiba mati rasa atau kelemahan pada wajah, lengan, atau kaki, kesulitan berbicara, kebingungan, kesulitan berjalan, kehilangan keseimbangan atau koordinasi, pusing, sakit kepala parah, perubahan penglihatan.
  • Gerakan tubuh yang tidak terkontrol dan berulang, otot kaku atau kejang, tremor atau gemetar, kehilangan keseimbangan atau koordinasi, gelisah, berjalan terseok-seok.
  • Pikiran untuk bunuh diri atau menyakiti diri sendiri, suasana hati yang memburuk, perasaan depresi.

Adapun efek samping yang biasanya tidak memerlukan perhatian medis adalah:

    • Sembelit.
  • Mengantuk.
  • Penambahan berat badan.

Interaksi Abilify

Jangan minum obat abilify dengan salah satu dari berikut ini:

  • Brexpiprazole.
  • Cisapride.
  • Dekstrometorfan; quinidine.
  • Dronedarone.
  • Metoclopramide
  • Pimozide.
  • Thioridazine

Obat ini juga dapat berinteraksi dengan obat:

  • Antihistamin untuk alergi, batuk, dan pilek.
  • Karbamazepin.

Obat-obatan tertentu untuk kecemasan atau gangguan tidur.

  • Obat-obatan tertentu untuk depresi seperti amitriptyline, fluoxetine, paroxetine, sertraline.
  • Obat-obatan untuk infeksi jamur seperti flukonazol, itrakonazol, ketokonazol, posakonazole, voriconazole.
  • Klaritromisin.
  • Anestesi umum seperti halotan, isofluran, metoksifluran, propofol.
  • Levodopa atau obat lain untuk penyakit Parkinson.
  • Obat untuk tekanan darah.
  • Obat untuk kejang.
  • Obat yang mengendurkan otot untuk operasi.
  • Obat narkotik untuk nyeri.
  • Obat lain yang memperpanjang interval QT (menyebabkan irama jantung yang tidak normal).
  • Fenotiazin seperti klorpromazin, proklorperazin.
  • Rifampisin. 

Kontraindikasi Abilify

Kondisi medis tertentu atau faktor kesehatan lainnya dapat meningkatkan risiko interaksi dengan abilify.

Sebelum menggunakan abilify, bicarakan dengan dokter mengenai riwayat kesehatan. 

Kondisi kesehatan atau faktor lain yang mungkin berinteraksi dengan abilify meliputi:

1. Kejang

Risiko untuk efek samping ini bisa lebih tinggi jika kamu pernah mengalami kejang di masa lalu.

Informasi mengenai kejang dan penanganannya bisa dibaca di Demam Bisa Sebabkan Kejang, Ketahui 3 Hal Ini.

2. Diabetes

Jika kamu mengidap diabetes, mengonsumsi abilify dapat memperburuk kondisi kesehatan.

Dokter mungkin akan meningkatkan dosis atau menambahkan obat diabetes lain ke dalam rencana perawatan.

3. Masalah jantung atau tekanan darah

Abilify dapat menyebabkan irama jantung yang tidak normal. Obat ini juga dapat menyebabkan perubahan tekanan darah, termasuk hipotensi ortostatik.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA