Ketika menyalakan lampu ternyata lampunya mati dan kabarnya sudah cukup lama, akhirnya H Zulkarnain yang memiliki keahlian di bidang kelistrikan mencoba untuk mengotak-atik dan membongkar saklar yang ada, ternyata penuh dengan sarang semut yang sudah lama tinggal di dalamnya. Akhirnya dalam waktu 10 menit lampu dapat menyala kembali dan semuanya merasakan kesyukuran terutama Hj. Syamsi yang sangat membutuhkan penerangan. Maklum lampu tersebut berada pada ruang utama yaitu di ruang tamu.
Di samping ada suasana gembira dan senang bertemu dengan Hj. Syamsi, ternyata ada berita yang cukup menyedihkan karena satu bulan yang lalu rumah beliau diterjang banjir yang cukup besar, sehingga menyebabkan banyak lumpur di sana-sini dan beberapa dokumen dan perabotan rusak parah dan tidak dapat difungsikan kembali.
Karena kondisi Hj. Syamsi yang sudah sepuh tidak mungkin membersihkan secara keseluruhan, terutama bagian-bagian yang berat untuk diangkat seperti tempat tidur dan beberapa lemari yang diisi oleh barang-barang yang banyak seperti buku dan lain-lainnya. Akhirnya kami berinisiatif untuk membantu mengangkat barang-barang yang sudah rusak tersebut, lalu kami membersihkan lumpur-lumpur yang sudah mengering yang ada di kolong tempat tidur. Dengan semangat 45 kami begitu gigih dan semangat mengangkat barang-barang dan membersihkan lumpur-lumpur yang ada. Akhirnya sekitar 45 menit semua dapat dibersihkan dan dirapikan pada tempat yang sesuai dan relevan.
Banyaknya sisa lumpur yang masih menempel di lantai dan beberapa tempat, ternyata memunculkan bau yang tidak sedap oleh karena sudah satu bulan mengendap dan mengering. Kalau tidak dibersihkan, maka bisa jadi akan dapat mengganggu penciuman bahkan akan menimbulkan penyakit atau tertimpa musibah oleh karena ambruknya lemari yang sudah mulai keropos oleh air banjir yang meliputinya.



