Bendara selaku aset nasional dan pintu masuk tamu baik domestik maupun internasional dipandang perlu selalu dalam kondisi aman, damai, indah dan bersih. Suasana disekitar terjaga sehingga seluruh tamu yang hadir terkesan dengan keramahan penduduknya yg penuh cinta.
Satu tahun ini polemik bandara sudah tidak bisa dianggap sepele akibat pengerusakan yang berujung pada memanasnya suasana Sasak yang adiluhung yg terkenal sangat ramah bersahaja. Makna pulau seribu Majid sudah terkikis akibat gampang nya emosi masyarakat di sulut kelompok yg tdk jelas yang ingin melihat Sasak terpuruk. Ironinya, Sasak tidak pernah bisa memimpin bangsa mereka sampai saat ini.
Dentuman polemik berkepanjangan ini akan merugikan masyarakat Sasak sendiri untuk tampil memimpin wilayah sendiri. Akibatnya, sebagai pulau dengan destinasi dan tujuan wisata dunia warga masyarakat pesisir menjadi termarginal bahkan tergusur dari tanah leluhur sendiri tanpa ikut merasakan saham kemajuan dari pesatnya pembangunan pariwisata.
Karenanya ayo :
1. Kembali selalu kompak utuh bersatu.
2. Disemua wilayah pembangunan wajib memakai penduduk lokal 90 %
3. Mengikut sertakan penduduk lokal dalam management dan pelaksana serta pengamanan.
4.agar semua polemik melibatkan kepala adat, tokoh agama serta tokoh nasional.
5.menghindari politisasi ummat baik partai dan organisasi
6. Kepada semua unsur kalangan agar lebih melihat diri ke dalam memperbaiki diri tidak saling menyalahkan
7.senantiasa jaga kerukunan dan persatuan antar semua warga bangsa utk hidup damai penuh cinta saling asah asih asuh.
8. Kebijakan pemerintah harus mengakomodir kepentingan masyarakat lokal utk terjaminnya usaha hidup mereka.
9. Semua media masa setop politisasi pemberitaan yang memancing emosi warga. Media masa harus menjadi perekat
Demikian himbauan forum kebangsaan untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan ummat bangsa.
TTD.
Presiden forum kebangsaan



