Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang memiliki tugas untuk bersosialisasi. Manusia tidak dapat melangsungkan hidupnya jika tidak adanya bantuan dari orang-orang disekitarnya. Bantuan dalam arti setiap manusia saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya baik dalam urusan yang bersifat duniawi ataupun ukhrowi.
Dalam bermasyarakat, seseorang sangat membutuhkan sahabat sebagai teman berbagi, tukar pikiran, diskusi, dan lain sebagainya. Saling menasihati merupakan bagian terpentng dalam menjalin persahabatn yang harmonis antar sesama.
Mencari sahabat dalam keadaan suka menjadi perkara yang sangat mudah, namun berhati-hatilah jangan sampai salah langkah karena bisa memutuskan barokah. Persahabatan yang dibangun dengan kebahagiaan biasanya hanya memaanfaatkan saat-saat bahagia yang bisa memberikan kebahagiaan diantara keduanya.
Carilah sahabat yang benar-benar mengusung nilai-nilai persahabatan dengan tidak mengharapkan apapun dari sebuah persahabatan kecuali terus mempererat rasa persahabatan yang kemudian meningkat pada persaudaraan baik dalam kondisi suka maupun duka.
Karena banyak yang terjadi, ketika kita sedang mengalami kesulitan tidak ada satupun orang yang mengerti ataupun memahami kondisi yang sedang terjadi.
Sahabat sejati itu yang datang ketika kita sedang mengalami masalah atau kesulitan dan mereka hadir untuk bisa memberikan motivasi dalam bentuk apapun agar kita mampu keluar dari permasalahan yang terjadi dan tidak menimbulkan permasalahan baru dalam kehidupan yang kita jalani.
Banyak persahabatan yang hanya memanfaatkan situasi dan kondisi. Ketika senang mereka datang. Ketika susah mereka jauh meninggalkan kita bahkan meninggalkan kesulitan tersebut terhadap diri kita.
Oleh karena itu, ´´jika ada teman, sahabat, saudara, tetangga yang selalu mengingatkan dan mengajak kepada kebaikan, maka jagalah dia. Karena bisa jadi dialah yang menjadi perantara keselamatan kita baik di dunia maupun akhirat“.
Uje
Rabu, 19 Shafar 1442 H / 7 Oktober 2020


