Sinar5news.com – Loteng – Anggota Komisi I DPRD NTB dari Fraksi Partai Amanat Nasional(PAN) H.Najamuddin Mustofa tidak henti-hentinya terus turun kemasyarakat untuk memberikan edukasi tentang upaya pencegahan penyebaran pandemi Corona Virus Disease 2019(Covid-19) yang semakin marak penyebarannya.
Upaya edukasi yang diberikan tidak hanya di Kabupaten Lombok Timur,bahkan sampai ke wilayah Lombok tengah, seperti yang dilakukan di Dusun Bebak,desa Kopang,Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah. Ahad(12/04/2020).

“Upaya ini kami lakukan berangkat dari niat keikhlasan kami untuk mengedukasi masyarakat agar mereka tahu apa itu Covid-19 dan bagaimana cara pencegahannya,karena kita pasti sependapat bahwa pencegahan itu lebih baik daripada pengobatan,”Ungkap Politisi Asal Montong Tangi Sakra tersebut.
Ia juga menambahkan kenapa sampai Lombok tengah memberikan edukasi Covid-19 karena kami beraangkat dari niat ikhlaas, karena kalau saya berangkat atau memberikan bantuan berupa Alat Perlindungan Diri(APD) seperti Masker dan lainnya dengan niat lain maka tidak perlu sampai Loteng.
“Kalau niat saya menyumbang untuk kepentingan yang lain, kenapa harus kelombok tengah, kan saya harus menyumbang di Dapil saya, tapi ini benar-benar kita mau membantu masyarakat semua tanpa ada muatan politis. Tapi ingat saya juga turun memberikan bantua APD kepada konstituen saya yang ada di Dapil 4,saya sudah masuk dipasar sakra,lepak dan masih banyak lagi pasar-pasar dilombok timur yang akan kami masuki dan memberikan masker,sabun dan cairan disinfektan dengan gratis,” Katanya.

Dalam sambutanya H.Najamudin Mustofa mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan diri dan lingkungan, terutama untuk menghindari covid-19 dengan selalu mencuci tangan dengan memakai sabun dan kalau keluar rumah harus pakai masker.
Menurut H.Najamudin selama dia turun kelapangan banyak juga aspirasi masyarakat yang diserap diantaranya banyak sekali masyarakat yang ingin segera dapat melaksanakan sholat jumat yang sementara ini ditutup oleh pemerintah.
“Untuk itu saya berharap kepada Eksekutif atau pemerintah untuk segera mengkaji ulang aturan penutupan masjid untuk keperluan sholat jumat dan sholat berjamaah,” Pungkasnya.(Bul)



