Ponpes NW JKT Tidak Ingin Ketinggalan Momen Berharga

Ponpes NW JKT Tidak Ingin Ketinggalan Momen Berharga

Bagi Pesantren NW Jakarta, Nisfu Sya’ban adalah momen yang sangat luar biasa, sehingga mengisi dan menghidupkan malam Nisfu Sya’ban merupakan salah satu bagian dari budaya di Pesantren.

Dari dulu, Nisfu Sya’ban merupakan budaya yang tidak terlewatkan di Pesantren NW Jakarta, karena malam itu merupakan momen berharga untuk bermunajat kepada Allah yang maha kuasa. Lebih lagi bagi para penuntut ilmu, merupakan kesempatan yang sangat tepat untuk memohon dimudahkan dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.

Pada saat ini, santri sudah dipulangkan ke orangtuanya, tersisa tinggal beberapa santri yang berasal dari luar daerah, itulah yang mengikuti munajat di malam Nisfu Sya’ban tadi malam, malam kamis 8/4/2020.

Walaupun dg beberapa santri yang ada, pesantren NW Jakarta tetap menghidupkan malam Nisfu Sya’ban. Lebih lagi di masa sekarang, Indonesia sedang di uji dengan kemunculan COVID-19, do’a untuk keselamatan bangsa sangat dibutuhkan.

Sedikitnya santri yang hadir dalam menghidupkan malam Nisfu Sy’ban bukanlah sebuah persoalan, karena yang dibutuhkan bukan banyaknya orang, akan tetapi khidmatnya munajat di malam Nisfu Sya’ban itu yang paling utama.

Bagi Pesantren NW Jakarta, malam Nisfu Sya’ban tidak boleh terlewatkan begitu saja, karena melewatkannya sama dengan membiarkan peluang besar untuk taqarrub (mendekatkan diri kepada Allah) berlalu. Hal ini karena didalamnya memiliki banyak keutamaan yang sangat besar, sehingga malam Nisfu Sya’ban akarab dijuluki dengan malam pengampunan, malam diijabah doa, bahkan Imam Gozali mengistilahkannya dengan malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan).

Karena banyaknya keutamaan yang dimiliki oleh malam Nisfu Sya’ban, maka merupakan momen yang tepat untuk memanjatkan doa kepada Allah, memohon ampunan, perlindungan dan keselamatan dari bahayanya COVID-19.

Diantara do’a yang dipanjatkan pada malam Nisfu Sya’ban adalah dimohonkan untuk panjang umur dan ketaatan serta ketaqwaan dan istiqamah didalamnya, untuk mohon diluaskan rezeqi yang halal dan dijauhkan dari bala’ corona, dan untuk mohon ditetapkan Iman Islam hingga akhir hayat.

Mudah-mudahan dari do’a yang sudah dipanjatkan di malam Nisfu Sya’ban oleh seluruh kaum muslimin dimanapun berada di ijabah oleh Allah SWT. Wabah corona yang sedang dihadapi oleh seluruh orang Islam, dan bangsa Indonesia segera diangkat, serta Indonesia selalau dalam lindungan Allah yang maha kuasa. Fath.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA