Prabowo Menata Indonesia

Prabowo Menata Indonesia

Sinar5news- Jakarta- Sejak dilantik presiden Prabowo mengumandangkan perang terhadap Mafioso dan koruptor, dengan take line ” sapu bersih ” yang menjadi ikon pemerintahan kabinet Merah Putih. Periode awal kepemimpinan beliau sedang menata arah pembangunan kebangkitan baru Indonesia menuju adil makmur melalui penataan birokrasi dan penegakan hukum tegak lurus. Beliau tampil dengan gagah berani bagaikan harimau yang terluka di medan tempur. Raja wali Burung Garuda siap mengitari dunia terbang gagah perkasa. Indonesia hari ini tidak akan pernah dapat di dekte apalagi tunduk dengan negara manapun yang merugikan Merah Putih. Indonesia hari ini tampil dengan gagah berani duduk sama rata berdiri sama tinggi.

Sebagai mantan prajurit dengan latar belakang keluarga yang visioner ekonom dunia. Ayah beliau Prof.Sumitro masuk dalam kabinet Soekarno pada masa awal kemerdekaan sebagai menteri keuangan. Periode tersebut Indonesia bangkit sebagai negara yang di segani dunia. Masa kebangkitan dan pertumbuhan era Soekarno waktu itu redup setelah orde baru memimpin sampai masa reformasi era Jokowi. Indonesia masih dipenuhi hantu koruptor. Semua usaha milik negara yang bernaung di BUMN selalu rugi. Akibatnya, negara terus lemah bertambah lemah, kehidupan masyarakat rakyatnya selalu pada garis kemiskinan yang tidak ada ujung pangkalnya. Negara kaya raya akibat pengelolan pemerintah yang korup tercabik cabik dalam lembah kemiskinan.

Masa lalu itu sangat suram, kini akan menjadi tonggak sejarah kebangkitan peradaban dan ekonomi Indonesia. Siap menjadi mercusuar dunia lewat kepemimpinan Prabowo. Beliau tidak mau mati meninggalkan ibu Pertiwi sebelum melihat rakyatnya hidup sejahtera. Pesan ini sering beliau ucapkan pada setiap momentum acara resmi kenegaraan ataupun acara kunjungan ke daerah. Inilah wujud patriotik sejati. Selalu memberikan pengharapan akan datangnya era baru kebangkitan dan kejayan ekonomi bangsa adil makmur sentosa sebagaimana pesan dan amanat UUD 45 Pancasila.

Luar biasa Harimau Nusantara sudah meraung siap menerkam habis siapapun yang menghalangi langkah sang presiden mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Menata hukum tegak lurus, mendisiplinkan abdi negara agar kembali berbakti untuk ibu Pertiwi, mengedepankan moral Budi kemuliaan dalam seluruh aspek pelayanan terhadap jalannya roda pemerintahan yang efektif efesien dan good government. Penataan itu sudah mulai terasa di awal kepemimpinan beliau dengan menjaga menertibkan hukum lewat institusi Kejaksaan dan akan terus merembet ke instansi yang lain. Kembalikan semua pada tupoksi berdasarkan amanat perintah UUD 45 yang asli.

TNI dan Polri perlu kembali pada rel fungsinya. Agar tidak lagi terlalu banyak masuk ke dunia bisnis dan jabatan sipil hanya akan memperkeruh tata kelola negara. Penegakan hukum masih lemah. KPK, Kejaksaan, Kepolisian, dan Mahkamah Agung sedang “sakit” meminjam bahasa Miq Cuq Tokoh bangsa dari pulau seribu Menara. Selama ini, semua institusi hukum dapat disetir oleh Mafia akibat abdi negara yang suka bergaya hedonisme, konflik kepentingan, dan infiltrasi partai politik yang sangat dominan di negri ini yang dapat merusak tatanan berbangsa bernegara.

Awal periode kepemimpinan beliau lansung tancap gas dengan program nawacita nya. Makanan bergizi untuk anak usia sekolah sedang dan terus dipantau agar masa depan negri tidak ada lagi anak bangsa yang kurang gizi. Pada gilirannya akan melahirkan generasi emas yang unggul cerdas bermoral. Melalui program swasembada pangan yang sedang digalakkan diseluruh tanah air. Dengan kesedian pangan tanpa ketergantungan pada negara lain, program makanan bergizi sampai kapanpun tidak boleh berhenti terlebih jika bangsa kita sudah menggapai swasembada pangan untuk dunia kelak.

Penulis menyarankan setelah perbaikan gizi akan ada penyederhanaan sistem kurikulum kita yang sangat padat. Ada yang menganalogikan Kurikulum Neraka dan Kesenjangan Mutu. Anak-anak kita dicekoki kurikulum yang terlalu berat, yang lebih menekan daripada mencerdaskan. Kurikulum pendidikan dasar dan menengah sudah seperti ‘neraka kecil’ bagi anak-anak. Beban akademik harusnya dikurangi setidaknya 50% agar memberi ruang tumbuhnya kreativitas, karakter, dan minat pengembangan bakat minat yang lain semisal olah raga, seni bela diri, seni tari, seni peran dsb.

Di tingkat perguruan tinggi, penguasaan bahasa asing harus ditingkatkan secara masif. Ini penting agar lulusannya tidak tertinggal dari dunia global dan bisa bersaing di pasar kerja internasional. Pasilitas pendidikan baik perkotaan dan pedesaan negri atau swasta haruslah seimbang. Tidak boleh ada dikotomi karena baik sekolah negri dan swasta sama sama mencerdaskan anak bangsa memiliki tugas yang sama.

Lebih jauh, pendidikan harus menyentuh tiga aspek sekaligus: pikiran (mind), hati (heart), dan jiwa (soul). Kita tidak sedang membangun manusia mesin, tapi manusia utuh. Karena itu pula, standar gaji ASN—terutama guru—harus setara dengan negara-negara maju jika ingin mutu pendidikan meningkat. Kebijakan full day school model pesantren sudah selayaknya diterapkan karena sudah ada dukungan makan bergizi gratis dari negara.

Tantangan besar lain ulas miq Cuq adalah krisis disiplin nasional, hampir disemua kalangan terutama di kalangan anak muda. Gaya hidup hedonis, konsumtif, dan pamer kekayaan menjangkiti generasi muda, didorong oleh tayangan-tayangan media dan konten digital yang bebas nilai. Ini harus dihentikan. Negara tak boleh diam. Televisi, media sosial, dan para pesohor dari tokoh ormas keagamaan, tokoh adat harus bersuara lantang menjaga batasan etis sejalan dengan nilai Pancasila agar tidak merusak moral generasi. Kita tidak boleh terserabut dari akar budaya bangsa.

Riset- riset kebudayaan, pendidikan harus digalakkan baik oleh masyarakat kampus maupun NGO lainnya. untuk kemajuan bangsa ke depan. Sebagai masukan civil society kepada pemerintah sebagai refrensi kebijakan agar terjadi keseimbangan. Dengan menguatnya peran masyarakat civil society, Nagara bangsa akan maju berdaya Saing tinggi, dengan sendirinya akan lahir masyarakat Madani yang berperadaban dan berkebudayaan.

( Presiden Kebangsaan Samianto)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA