Sinar5news – Jakarta- Kabinet Prabowo sedang ditunggu tunggu publik akankah menggabungkan dua generasi antara senior dan yunior yang progresif. Dalam beberapa kesempatan Prabowo tegas sampaikan agar Mentri di era beliau nanti memimpin bangsa harus semua bersih kesatria tidak ada yang nyolong dana APBN/APBD tegasnya. Beliau sejak awal sudah sampaikan kepada para pemimpin partai agar kader partai yang masuk kabinet jangan mencuri uang rakyat.
Sebagai komando prajurit baret merah yang gagah berani kesatria di semua medan pertempuran. Gaya dan tekad beliau diperlukan oleh bangsa agar merah putih di era beliau terjaga bersih dari korupsi dan permainan Mafioso sepanjang sejarah belum pernah dapat dibersihkan. Indonesia sudah harus perketat peluang korupsi dan hukuman mati untuk para koruptor yang selama ini menghancurkan harapan banyak warga bangsa dan merusak ajaran Pancasila. Kehadiran Prabowo memimpin merah putih adalah jawaban dari cita cita seluruh rakyat Indonesia agar memberantas koruptor di semua tingkatan baik dari desa sampai pusat.
Pengabungan pemimpin muda dan senior tentu memberikan angin segar atas perubahan revolusioner merah putih ke depan yang sudah 79 tahun merdeka koruptor masih merajalela di bumi Pancasila ini. Korupsi adalah penyakit yang harus diberantas habis yang menjadikan Indonesia terpuruk susah untuk mengejar ketinggalan dengan bangsa lain. Indonesia semakin semerawut dalam tata kelola pemerintahan yang tumpang tindak antar sektor pada kementrian tertentu yang saling kait mengkait.
Itulah kemudian Jokowi sering berucap ruwet – ruwet terhadap jalannya roda pemerintahan akibat banyaknya kepentingan dan permainan Mafioso yang menghambat laju pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan. Tidak jarang arahan presiden dibelokkan di tengah jalan sehingga banyak pekerjaan yang lansung diambil alih pusat agar mempermudah koordinasi dan percepatan pembangunan.
Model yang menimpa Jokowi terhadap ganasnya politik elit dan mafia yang dapat merugikan kepentingan negara. Di era Prabowo tidak boleh terjadi, siapapun dan dari partai manapun yang membangkang harus disikat habis agar cita – cita para pendiri Republik memerdekakan bangsa yang tertuang dalam Pancasila sila ke-5 tercapai. Sebab, ini adalah janji luhur bangsa yang harus dituju oleh semua presiden yang memegang amanah rakyat.
Terhadap bertambahnya kabinet sehingga sangat gemuk banyak analis dan akademis meragukan kinerja kementrian yang semakin gemuk terhadap wewenang dan eksekusi kebijakan di lapangan. Berkaca dari kementrian lama masih banyak tumpang tindih aturan yang saling berkaitan dan terjadinya ego sektoral dalam kementrian. Menyebabkan harmonisasi di lapangan sering berbenturan. Belum lagi berurusan dengan permainan politik DPR di Senayan yang sangat keras dengan kepentingan.
Penyusunan kabinet perlu mempertimbangkan masuknya putra putri daerah yang mewakili daerahnya masing- masing. Untuk menjaga kecemburuan sosial tidak melulu diisi wakil dari partai. Inilah demokrasi Pancasila mengakomodir kepentingan wilayah daerah Nusantara sebagai wujud pengamalan Pancasila. Untuk menjaga keutuhan kesatuan persatuan NKRI harga mati.
Presiden Forum Kebangsaan meyakini Prabowo seorang kesatria sejati memiliki garis keturunan pejuang. Ayah beliau adalah ekonom dunia Mentri ekonomi era Soekarno. Prabowo prajurit visioner yang sangat menginginkan merah putih menjadi mercusuar dunia. Indonesia harus bangga memiliki anak bangsa model beliau yang setia berjuang untuk kemakmuran seluruh wilayah Indonesia. (Red)




