Sinar5news.com- Jakarta- Baru-baru ini kasus musibah atas meninggalnya santri dalam dunia pendidikan patut disayangkan tidak boleh terjadi lagi dalam lembaga pendidikan di negri ini. Dengan adanya korban jiwa yang menerpa santri pondok moderen Gontor selaku institusi pendidikan pondok rujukan nasional patut disesali. Hanya kemudian tidak fair jika menyalahkan pondok secara institusi karena disana ada ribuan santri yang mondok. Terkesan ini di besar-besarkan oleh media untuk mengalihkan isu terhadap upaya bersih-bersih pada seluruh institusi di negri ini sebagaimana perintah Presiden untuk percepatan Indonesia maju.
Pentingnya merevolusioner sistem dan penerapan kurikulum merdeka belajar yang bebas dari kekerasan dengan lebih berorientasi pada penemuan bakat minat, pengembangan inovasi kreatifitas untuk bekal hidup di masa depan. Sejalan dengan sistem pendidikan nasional yang lebih mengedepankan pendampingan kepada peserta didik.
Dunia pendidikan ke depan lebih pada orientasi pengembangan diri menemukan potensi diri, untuk bekal hidup survival dalam dunia global yang penuh kompetitif. Tentu nilai dasar budaya akhlaq kejujuran tanggung jawab adalah penting di tanamkan sejak dini. Dengan melatih untuk bicara, bersikap jujur tidak menyontek dan jauh dari prilaku gosob dalam kehidupan pesantren. Membuang sampah pada tempatnya, merawat dan menjaga lingkungan agar selalu bersih. Nilai dasar seperti ini perlu dibudayakan sehingga tumbuh menjadi generasi yang berbudaya, upaya melahirkan generasi bangsa yang berperadaban tinggi. Hal diatas sudah diterapkan dalam bentuk panca jiwa di pondok moderen Gontor.
Pandangan ketua umum DPP Samudra (Santri Muda Nusantara ) Sukarya Putra yang merupakan alumni dari pesantren Salafiyah Safiiyah Situ Bundo Jawa timur santri dari KHR. Asad Samsul Arifien yang merupakan pahlawan nasional dan mediator berdirinya Ormas Nahdatul Ulama. Ormas terbesar di dunia, Mengatakan;
” Saya mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya santri pondok moderen Gontor, Dalam dunia pesantren tidak dikenal istilah peloncoan yang ada adalah pembinaan akhlak mental spritual, jika kemudian terjadi musibah di salah satu pondok itu adalah kesalahan oknum bukan institusi pondok. Jangan sampai ada asumsi liar bahwa pondok pesantren itu seolah-olah menjadi tempat kekerasan. Biarkan pesantren Gontor menyelidiki lebih jauh atas kejadian yang menimpa pesantren untuk menghindari kejadian serupa dikemudian hari “. Ungkapnya.
Lanjut beliau, ” mereka yang berpandangan menyudutkan pondok dipersilahkan datang melihat kehidupan pondok sebenarnya agar tidak hanya sebar propaganda dan isu-isu liar memperkeruh suasana “. Jelasnya di temui di kampus Ganesha Jakarta sebagai tempatnya mengajar.
Senada dengan presiden Forum Kebangsaan Samianto Muthohhar yang juga alumni pondok pesantren Alamien Prenduan Semenep Madura Jawa Timur menyampaikan.
” Pesantren Darussalam Gontor sudah berdiri sebelum Indonesia merdeka sudah banyak mencetak generasi bangsa yang ikut mengabdikan dirinya dalam mengisi kemerdekaan RI dalam segala bidang baik di pemerintahan maupun swasta. Kejadian musibah yang menimpa atas meninggalnya seorang santri tidak bisa dijadikan patokan bahwa Gontor melanggar konstitusi. Boleh jadi paktor kelelahan atau adanya unsur lain semisal penyakit bawaan dst. Tentu dugaan kekerasan perlu terus diteliti lebih lanjut agar semua terang benderang”. Jelasnya.
Sebagai mantan santri beliau sangat mafhum kehidupan pondok agar tidak terulang lagi kejadian serupa penting kemudian pengawasan melekat oleh management pondok terutama dewan guru atau kelas akhir.
” Perlu ada pengawasan melekat oleh dewan guru atau santri akhir yang dipandang lebih dewasa dan memahami fungsi tugas dan tanggung jawab. Dengan tetap dalam perinsip mengayomi dan pendampingan”. Imbuhnya.
Pondok Gontor memiliki semboyan berdiri di atas dan untuk semua golongan artinya Gontor bebas merdeka berdiri di kaki sendiri tidak dapat diinterpensi oleh pihak manapun. Sebagai pondok yang sudah memiliki akar budaya dan sistem sendiri Gontor telah menjadi inspirasi model pendidikan di dunia sebagai lembaga boarding school.
Indonesia negara yang dibesarkan oleh lembaga pondok pesantren peranan pondok pesantren harus terus di bina di rawat oleh negara pemerintah baik pengembangan pasilitas, management agar pendidikan pesantren sebagai budaya khazanah bangsa tetap lestari dan berdaya saing internasional guna melahirkan generasi unggul berperadaban.
Mari kita doakan bersama semua akan selesai dengan baik. Gontor pasti dapat menyelesaikan masalahnya sendiri dengan bijaksana tanpa mencedrai siapapun. Tentu ini pelajaran berharga buat pondok di seluruh Indonesia agar penuh kehati-hatian dalam pengawasan terhadap semua aktivitas santri yang lebih melekat. Untuk lebih mawas diri, menjaga amanah orangtua terhadap santri yang dititipkan. Cukup peristiwa musibah ini untuk yang terakhir tidak boleh ada lagi bentuk kekerasan baik pisik maupun perbal di seluruh lembaga pendidikan baik swasta, negri dan pondok pesantren di semua tingkatan. 





