Sinar5news- Jakarta- Puasa Ramadhan tahun ini serentak dijalankan ummat Islam Indonesia hari Sabtu. 1 Maret 2025. Mentri Agama mengumumkan secara resmi setelah melalui isbat ormas Islam di hari jumat sampai malam, seraya menunggu laporan panitia pemantau hilal di seluruh Indonesia.
Kebersamaan ummat ini dalam menjalankan puasa Ramadhan tahun ini mendapatkan respon dari presiden forum kebangsaan Samianto. Indonesia sebagai negara terbesar ummat Islam di dunia perlu terus memberikan sinyal kebaikan dan persatuan untuk dunia semisal kebersamaan dalam setiap kegiatan penentuan jatuhnya awal puasa dan hari besar lainnya.
” Ini memberikan tanda baik sebagai pesan pada dunia bahwa ummat Islam Indonesia selalu kompak utuh bersatu sebagaimana refleksi ukuwah islamiyah untuk senantiasa bersama satu irama dalam hal yang krusial keummatan sakral dinantikan ummat semisal pelaksanaan awal puasa. Kebersamaan ini dapat mengokohkan kekuatan persatuan antar sesama pemeluk agama khususnya ummat Islam”. Terangnya.
Dikatakan juga beliau, inilah siar kepada dunia bahwa ummat Islam Indonesia harmoni, damai, sentosa mencintai kebersamaan, patuh tunduk dengan aturan dan kebijakan imamnya dalam hal ini negara melalui kementrian Agama RI. Tentu, terhadap momentum puasa satu bulan. Ummat Islam agar Jagan hanya dapat menahan lapar dahaga, api esensi puasa dapat kita raih sebagai jalan menuju Taqwa.
Momentum bulan puasa ini ujar beliau, agar dapat dimaksimalkan oleh bangsa sebagai evaluasi terhadap kesalehan sosial ummat Islam penduduknya atas jalannya pemerintahan agar seirama dengan nilai puasa yg bersih lurus tanpa kecurangan dan korupsi. Dengan demikian, puasa yang dijalankan setiap tahun bukan hanya rutinitas menahan lapar dan dahaga. Tapi, makna puasa yang hakiki dapat hidup dalam realitas sosial dan individu. Sehingga, Indonesia emas akan dengan mudah dapat dicapai”. Jelasnya.
Di masa pemerintah Prabowo yang masih diawal ini, lewat slogan sapu bersih. Momentum puasa ummat Islam melalui kementrian agama agar terus menggenjot menegasakan makna esensial puasa dapat merevolusioner prilaku sebagai bulan pendidikan untuk memperbaiki semua hal, baik akidah, akhlaq, disiplin, kerja keras, dan sosial lainnya untuk memperbaiki kualitas ummat Islam dan Indonesia pada umumnya agar tumbuh sebagai negara Baldatun Thoyyibatun Warabbun Gafur yang di rithoi Allah SWT. (Sm)



