Dalam diskusi lepas bersama team SinarLIMA, Pengurus Wilayah Nahdlatul DKI Jakarta ( H. Muslihan Habib), tak lupa mengecam pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron atas pernyataannya yang kontroversial dan mengusik hati umat Islam sedunia yang sedang riang gembira atas Kelahiran Nabi SAW di Bulan Rabiul Awwal ini.
Ketua PW NW Jakarta menyebut Presiden Prancis, Emmanuel Macron itu sebagai seorang sosok Abu Jahal modern, pendukung kebencian pada umat Islam.
Lebih jauh, menurut H. Muslihan Habib, dalam menceritakan sejarah, dimana Abu Lahab masih ada gembiranya atas kelahiran Nabi SAW, sehingga setiap malam Senin diringankan adzab untuknya. Namun beda untuk sosok Abu Jahal yang memiliki nama lengkap Amr bin Hisyam bin Mughirah yang berasal dari suku Makhzum. Ia adalah manusia kafir yang sangat super membenci Nabi SAW dan Islam yang dibawanya. Lebih jauh dijelaskan pula bahwa Abu Jahal itu model manusia yang memiliki fanatisme kesukuan yang berlebihan yang kemudian membutakan mata hatinya kepada kebenaran.
Jadi, Presiden Prancis sepertinya ada kemiripan dengan Abu Jahal juga. Hal ini, karena mata hatinyapun buta pada kebenaran yang nyata dan sangat nyata mendukung islamofibia.
“Macron ini adalah Abu Jahal Modern dan sangat nampak mendukung Islamofobia”. Ungkapnya. Seraya mengarahkan untuk memperhatikan pernyataan Macron yang mengaitkan Islam yang rahmatan lil’alamin itu dengan terorisme, menyebut islam tidak toleransi dan yang sangat mengada-ada, pernyataannya yang dilansir France 24 dengan AFP yang menyebut Islam adalah agama yang dalam krisis di seluruh dunia hari ini.
Oleh karena itu, menurut Ketua PW NW Jakarta, patut kita ikut serta kecam dan pantas kita marah besar kepada Presiden Prancis atas ulahnya. Ia itu, membangunkan macan tidur. Tidak apa kita ikut boikot produk-produk Prancis, supaya menjadi pelajaran juga untuk manusia model-model Abu Jahal itu.
“Patut dan pantas kita kesal dan marah besar. Siapa yang tidak marah ya, jika Nabi dan Agamanya diusik dan dihina dina seperti itu. Ia itu bagunkan macan tidur. Silakan saja boikot produk-produknya agar menjadi pelajaran berharga untuk manusia-manusia model Abu Jahal itu”, ucapnya mengakhiri diskusi. (MS).



