Sinar5news– Jakarta- Sebagai kota global Jakarta perlu lompatan agar sejajar dengan kota besar lainnya di dunia pasca akan ditinggalkan sebagai ibu kota negara setelah resmi berpindah ke IKN. Jakarta akan berubah fungsi sebagai kota perdagangan kelas dunia. Menata Kota besar yang akan ikut bersaing mendunia tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Itulah kemudian Jakarta perlu sentuhan pemimpin yang berpengalaman pernah menata dunia menata kota besar dunia.
Kehadiran Pasangan Ridho adalah jawaban dari hingar bingar perpolitikan ibu kota, yang pas menata Jakarta sehingga persoalan yang melanda ibu kota hal : kemacetan, air bersih, penanganan sampah, polusi udara, kesemrawutan tata kota, lapangan kerja, kenyamanan dan keamanan perlu sentuhan pemimpin yang teruji, visioner, diakui dunia.
Upaya memenangkan RK Suswono, PRJ terus berbenah, bergerak menyapa warga, setelah melakukan deklarasi yang sangat heroik dan fantastis di hotel Tebet Jakarta Selatan 21 September lalu, lansung dihadiri RK dan ketua Pemenangan Ariza Patria. Pasukan Ridho Jakarta (PRJ) terus blusukan, dengan cara dan gaya mereka ke semua penjuru Jakarta. Menyapa warga dengan sosialisasi visi misi RK Suswono, agar warga lebih dekat dan paham atas jejak rekam dari sosok pimpinan no urut satu ini, yang pernah berkarir tujuh tahun di Amerika dan eropa menata kota- kota besar dunia.

PRJ bersepakat bersama semua elemen pengurus menghadirkan pemilu riang gembira. PRJ menekankan ke semua relawan hendaklah menyapa warga dengan penuh cinta kasih, menebarkan senyum kepada semua baik yang mendukung maupun sesama kompetitor. PRJ ingin memperlihatkan serta mengedukasi warga berbeda pilihan sekalipun dengan PRJ kita tetap saudara dan sahabat. Hadirkan pemilu damai bersahaja.
PRJ dalam deklarasi menekankan aspek menjaga persatuan dan kebhinekaan, hindari tebar hoxs, mengedepankan nilai Budi kemuliaan. Pemilu lima tahunan adalah keniscayaan, kalah menang hal biasa. Persaudaraan adalah selama lamanya. Menghadirkan pemimpin adalah jalan mewujudkan cita cita agar warga merasakan kemerdekaan hidup yang dapat dinikmati bersama anak cucu.
Menata negara maupun daerah perlu pemimpin visioner, negarawan yang lebih mengutamakan kepentingan masyarakat banyak daripada keluarga dan rombongan. Bagi PRJ menghadirkan pemimpin yang dapat merasakan denyut nadi penderitaan rakyat adalah panggilan sejarah sebagai generasi penerus bangsa, untuk turut menghadirkan pemimpin masa depan yang mampu memberikan keteladanan serta mewujudkan keadilan sosial sejahtera lahir batin.
Pemimpin adalah melayani dengan sungguh sungguh. PRJ hadir sebagai pasukan relawan adalah panggilan jiwa untuk ikut serta menata bangsa dari keterpurukan dan merajalelanya Mafioso yang dapat melemahkan persatuan dan kesatuan bangsa yang sudah susah payah dibangun para pendiri negri. Generasi emas tahun 2045 sudah diproklamirkan. Disinilah kita mulai melakukan aktualisasi peran yang dapat dikembangkan untuk kemajuan bersama.
Semua gerakan lompatan serta trobosan sudah harus kita coba agar modal demografi terhadap melimpahnya generasi muda adalah aset bangsa yang perlu terus dibina dimanfaatkan diajak bersama bangun negri. PRJ hadir dengan gaya dan nuansa relawan yang smart dan Egaliter membumi dengan konsep sapa dengan cinta tebar kemaslahatan penuh cinta.

Komando gerakan yang memompa semangat menggelorakan yel-yel PRJ membahana dari Tebet hingga seluruh sudut-sudut Jakarta. Bung Samianto Muthohhar terus berteriak lantang disambut gemuruh relawan yang hadir bagaikan suara halilintar bersautan di musim hujan.
PRJ … Pasukan Ridho Jakarta
PRJ … Ridwan Kamil Suswono
PRJ …. Menang Menang Menang
Inilah yel yel PRJ, sebagai salam relawan bertemu, menyapa warga Jakarta dan simbul perjuangan dengan bertekad menang satu putaran untuk Jakarta baru Jakarta Maju. Yel- yel perjuangan ini akan terus bergema sepanjang masa. ( Red)




