وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَىٰ حَيَاةٍ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا ۚ يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ الْعَذَابِ أَنْ يُعَمَّرَ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ
Arab-Latin: Wa latajidannahum aḥraṣan-nāsi ‘alā ḥayāh, wa minallażīna asyrakụ yawaddu aḥaduhum lau yu’ammaru alfa sanah, wa mā huwa bimuzaḥziḥihī minal-‘ażābi ay yu’ammar, wallāhu baṣīrum bimā ya’malụn
Terjemah Arti: Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
Makna ayat :
Pada ayat 96 Allah Ta’ala memberitahukan bahwa orang-orang Yahudi adalah orang-orang yang paling tamak terhadap kehidupan duniawi, bahkan melebihi orang musyrik yang berharap hidup selama seribu tahun. Bagaimana orang-orang Yahudi itu akan mengharap kematian sedangkan mereka dalam keadaan tamak terhadap kehidupan dunia? Hal itu karena mereka mengetahui akhir cerita hidupnya jika mereka mati. Lantas Allah Ta’ala mengabarkan bahwa orang-orang kafir tidak akan selamat dari adzab sepanjang hidupnya walaupun mereka hidup selama seribu tahun. Kemudian Allah mengancam orang-orang Yahudi seraya menghardiknya dalam firmanNya (وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِمَا يَعۡمَلُونَ ) “Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan” berupa kejahatan dan kerusakan dan akan membalas mereka atas perbuatannya.
Pelajaran dari ayat :
• Kebenaran al-Qur’an yang telah memberitakan mengenai ketamakan orang-orang Yahudi untuk hidup di dunia, walaupun kehidupan itu rendah lagi tercela. Hal ini terlihat dari perilaku mereka hingga hari ini.


