Membahas tentang demokrasi ekonomi di Indonesia , di sadari atau tidak , sejak Indonesia merdeka hingga saat ini sistem ekonomi Indonesia masih banyak di pengaruhi oleh sistem ekonomi kolonial yang berhaluan kapitalistik serta eksploitatif.
Mohammad Hatta sebagai bapak koperasi dalam catatan sejarah, telah melakukan perlawanan terhadap sistem ekonomi kapitalistik yang dibawa oleh kaum kolonial ,yang telah menimbulkan dampak ; kesengsaraan dan ketidakadilan, yang tidak berpihak terhadap ekonomi kerakyatan yakni sistem ekonomi yang tidak mengedepankan kepentingan bersama.
Semetara konsep ekonomi yang cocok untuk Indonesia menurut “Bung Hatta mengembangkan pemikiran ekonomi koperasi,yaitu lembaga yang berasaskan kebersamaan (gotong-royong) dan sesuai dengan ruh Pasal 33 UUD 1945 bahwa;
“Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.”
Ekonomi Koperasi dinilai mampu menjadi sebuah lembaga yang bisa mentransformasikan sistem ekonomi kapitalis yang tidak ramah terhadap pelaku ekonomi kecil melalui persaingan bebas, menjadi sistem yang lebih bersandar pada kerja sama atau koperasi.
Cita-cita Bung Hatta ingin menjadikan koperasi sebagai soko guru bagi perekonomian Indonesia. Hatta menilai bahwa koperasi di anggap mampu mewujudkan demokrasi ekonomi. Ini merupakan suatu cita-cita luhur, yang selalu berpihak pada kepentingan rakyat.
Maka sangat tepat apabila Bung Hatta dikukuhkan sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
Apabila kita mencermati perkembangan koperasi di Indonesia dari sudut pandang kuantitas, saat ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, halini dapat dilihat dari data BPS 2019.
Akan tetapi dengan perkembangan jumlah koperasi tersebut ternyata masih belum berpengaruh secara maksimal terhadap kwalitas perekonomian Indonesia.
Dengan semakin bertambahnya jumlah koperasi masih belum bisa mewujudkan tatanan demokrasi ekonomi sebagaimana yang di cita-citakan Bung Hatta,oleh karena demokrasi ekonomi yang digadang-gadang bisa menyelesaikan permasalahan kemiskinan di tengah masyarakat, masih belum menggembirakan apalagi di tengah wabah COVID 19 ini.
Di hari KOPERASI yang baru kita peringatan dengan sangat sederhana yang baru lalu, nampaknya meng kita harus mendorong meningkatnya Sistem Demokrasi ekonomi guna mewujudkan perekonomian nasional yang mandiri dan handal, menuju peningkatan kemakmuran seluruh rakyat secara selaras, adil, dan merata.
Menurut Amartyasen (2000), seorang ekonom penerima Nobel, berpandangan bahwa apabila demokrasi ekonomi tidak berjalan dengan baik maka akan berdampak pada munculnya ketidakadilan.
Kemiskinan secara ekonomi sangat sulit dibantah, karena masyarakat sangat sulit untuk menyampaikan aspirasinya lantaran Demokrasi ekonomi kurang mendat perhatian dengan baik, hal ini mengisyaratkan bahwa setiap orang belum memperoleh kebutuhan dasar secara layak.
Dengan masih banyaknya jumlah masyarakat miskin, tidak mungkin sepenuhnya menyerahkan pemenuhan kebutuhan dasar ini kepada pemerintah. Jadi ada agenda besar kita bersama membangun peningkatkan kesejahteraan bersama melalui koperasi.
Jadi peningkatan kesejahteraan untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan yang merupakan unsur utama demokrasi ekonomi menjadi fokus utama dalam pengembangan berbagai macam program yang dapat membantu rakyat miskin.
Dan juga dalam kebijakan penyusunan anggaran belanja pemerintah harus dilandasi prioritas yang pada masalah kesejahteraan rakyat, karena melihat kondisi objektif yang kita saksikan saat ini masih belum sesuai dengan apa yang di harapkan.
Seprti tingkat kemiskinan masih di angka yang memprihatinkan, di tambah lagi kemiskinan dan pengangguran sebagai dampak COVID 19.
Tentunya kita mengharapkan kebijakan pemerintah harus lebih berpihak kepada rakyat pada umumnya, kemudian pengembankoperasi dapat menjadi prioritas . Jika demikian, maka sudah tentu kita selangkah lebih maju dalam menuju demokrasi ekonomi. Selanjutnya, momentum peringatan Hari Koperasi ini, kita bisa lebih fokus pada aspek peran koperasi dalam mewujudkan demokrasi ekonomi sebagaimana yang telah di cita-citakan oleh Bung Hatta.
Jadi dari sudut pandang Bung Hatta, koperasilah yang mudah untuk mendampingi UMKM agar cepat tumbuh dan berkembang dalam rangka mempercepat pemulihan perekonomian INDONESIA sebagai dampak Covit 19 ini.
Selamat hari Koperasi Semoga Sukses Selalu elalu




