Al-Syaikh Ali Hanafiyyah mengatakan:The clever person is one who is able to lead worldly knoweege to the palace of true knowledge that is Me (Orang yang pintar adalah orang yang dapat menghalau ilmu pengetahuan dunia kepada istana sumber ilmu pengetahuan yang hakiki, yakni Allah).
Ungkapan yang sangat Inspiratif bagi para Ilmuan dan pencinta pengetahuan. Ilmu bukan semata-mata yang kita pahami dan yang dapat menuntun kita memperoleh kesenangan duniawi, melainkan ilmu yang sejati adalah ilmu yang dapat mendekatkan kita sedekat mungkin dengan Yang Maha ‘Aliim.
Jika kita lihat banyak pakar memiliki pengetahuan yang tinggi, namun sifat Ke-Ilahiyahannya (spiritualitasnya) sama sekali tidak muncul. pola hidup dan sikap sosialnya terlihat jauh dari sikap seorang yang berilmu.
Padahal Allah melalui firmanNya dengan terang menegaskan bahwa “sesungguhnya hamba-hambaKu yang paling takut ialah para ulama’ (yakni) mereka yang memiliki ilmu dan beramal dengan ilmunya”.
Imam al-Ghazali dalam kitab Minhaj Al-‘Abidin menjelaskan pula bahwa “ilmu itu imamnya amal dan amal perbuatan mengikuti ilmu seseorang”. Jika seseorang dikatakan berilmu tetapi tiada beramal dg ilmunya berarti pada hakikatnya seorang jahil paling tidak ia menjadi orang yang ghafil (lalai) yang perlu diingatkan.
Rasulullah dalam sebuah hadith yang maknanya; Orang yang memiliki pengetahuan kemudian tidak mengamalkannya baik dalam perilaku individu maupun sosial, maka kelak Allah akan menyiksa mereka sebelum orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan.
Semoga kita termasuk orang yang berilmu, dan dengan ilmu kita dapat lebih dekat dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Amin.




