Prof H Agustitin: MEMBANGUN CINTA KASIH HINGGA AKHIR HAYAT

Prof H Agustitin: MEMBANGUN CINTA KASIH HINGGA AKHIR HAYAT

Imam al-Harits al-Muhasibi, menjelaskan dalam Risalah al-Mustarsyidin bahwa “cinta terbagi menjadi tiga maqam.”

Beliau menyebutkan cara-cara yang harus ditempuh agar seorang hamba benar-benar mampu menggapai kesempurnaan CINTA

Pertama ,Cinta kepada Allah Ta’ala , “Cinta kepada Allah Ta’ala ditandai dengan lebih mengutamakan ketaatan pada-Nya dari pada kemaksiatan.”

Ke dua, lihatlah dari mata hati yg paling dalam ( jiwa) saling membangun cinta denga pandangan mata hati Illahiah..
Karena cinta yg nampak dari sudut pandang illahiah, akan menjadikan cinta yang produktif, kemudian dimudahkan dalam melakukan berbagai jenis usaha, ketaatan, dan di jauhkan dari kemaksiatan, dosa, dan kesia-siaanan .

Jangan sampai seorang hamba berlama-lama dalam perbuatan maksiat hingga terjerumus dalam dosa dan maksiat, maka amalan ketaatan pun enggan berdekat-dekat dengan kita.

Mencintai kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam
Kesempurnaan cinta seorang hamba kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam hanya akan sempurna jika seorang hamba melakukan sunnah-sunnah yang mulia.

Cinta dan kasih sayang antara suami dengan istri itu bisa abadi, apabila selalu dijaga dan disemai. Sejak masih muda usia menjadi pengantin baru, hingga dapat membangun rumah tangga hingga berusia senja, semua bisa dan berhak menikmati cinta dan kasih sayang bersama pasangan suami istri..

Saling mencintai hingga akhir usia itu, bukan perkara luar biasa, atau bukan hal spektakuler. Keyakinan ini sangat beralasan, apabila kita senantiasa menciptakan suasana rumah tangga seperti berikut ini.

a. SENANTIASA menjalankan amanah Allah untuk membangun keluarga yang mawadah dan rahmah dalam kehidupan berkeluarga*
Berlandasan rasa sakinah (ketenangan), Allah berikan perasaan mawadah dan rahmah dalam jiwa suami dan istri untuk mengikat perasaan cinta hingga akhir usia. Mawadah adalah cinta yang membara, bisa bisa saksikan pada pengantin baru. Rahmah adalah cinta yang mendalam, biasa tampak pada pengantin lama yang sudah lamh menikah hingga usia tua.
Allah berfirman tenang artinya:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”
(QS. Ar Rum: 21).

Ayat ini menjelaskan tentang karunia Allah berupa perasaan mawadah dan rahmah yang diberikan kepada hamba yang menempuh pernikahan sesuai aturan dan rambu dariNya. Dua perasaan inilah yang menjamin suami dan istri bisa mesra dan memiliki rasa cinta hingga akhir usia.

2. Cinta itu dapat abadi, jika kita mampu, mengatasi nya denga solusi2 untuk menyederhanakan semua masalah yang mungkin terjadi dalam rumah tangga kecil.

Cinta bukan hal yang rumit dan sulit tidak , dan Cinta bukan barang mewah yang susah didapatkan. Jika ada yang menganggap rumit, itu disebabkan karena mereka sendiri yang membuatnya sulit dan rumit..Sangat banyak kebaikan pasangan kita. Lihat betapa sangat banyak sisi positif pada diri pasangan kita. Ada berjuta alasan kita untuk selalu saling mencintainya, yang membuat selalu memiliki kemasraan bersama pasangan. Jika hal ini dapat kita lakukan, dapat di pastikan.akan mampu mencintainya dan selalu menerima kenyataan secara bersama sams dan tidak saling mempertahankan egonya masing masing
.
c. Cinta adalah anugrah agung dariNya yang harus kita syukuri dan kita jaga sepanjang usia. Semua manusia selalu memiliki sisi cinta dalam dirinya, tergantung apakah ia bersedia menjaga dan memupuk cinta itu, atau justru manusia membunuh rasa cintanya.

Allah menciptakan manusia, pada saat yang sama memberikan perasaan, kecenderungan, dan ketertarikan terhadap keindahan. Rasa kecenderungan dan ketertarikan ini adalah sesuatu yang bersifat fitrah dan alamiah. Allah menggambarkan:
Allah berfirman dalam QS 2 ayat 14 yanag artinya:

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang”
(Ali Imran: 14).

Cinta itu fitrah, ada pada jiwa semua manusia. Ini merupakan anugrah yang sangat indah dari Allah kepada semua hamba.

d. Banyak pasangan suami istri yang tetap mesra hingga akhir usia. Di semua negara, di semua belahan dunia, selalu ditemukan kisah kasih hingga ajal tiba. Sepasang suami istri yang selalu setia dan saling menjaga, selalu mesra hingga akhir usianya.

Yakinlah bahwa memang cinta bisa menjadi milik kit sepanjang hayat, Suami istri saling mencintai dan menyayangi sampai akhir hayat nya dani ini bukan cerita fiksi, namun dengan mudah kita menyaksikan pada kehidupan manusia sampai di zaman now ini.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA