Prof H Agustitin :TETAPLAH BERSILATURAHMI

Prof H Agustitin :TETAPLAH BERSILATURAHMI

_*MENYAMBUNG silaturahmi, salah satu amalan mulia. Banyak ayat Alquran dan hadis menganjurkan kita untuk menyambung tali silaturahmi. Meski kini sedang masa pendemi virus corona, kita tetap bersilaturahmi dengan saudara, kerabat, maupun handai tolan melalui media sosial, saling mengirim makanan, hadiah , atau saling mendoakan.*

*ALLAH berfirman dalam kitab suci Alquran (yang artinya) seperti di bawah ini.*

*_“Hai sekalian manusia. Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.”_*

*_”Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta antara yang satu dengan yang lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”_* ( QS. An-Nisa: 1 )

*RASULULLAH SAW memerintahkan umatnya untuk menyambung tali silaturahim. Hal ini sesuai dengan sabda beliau seperti yang di bawah ini*. *“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, muliakanlah tamunya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, sambunglah tali silaturahmi. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, katakanlah yang baik atau diam.”_* (HR. Bukhari)*

*BAHKAN, terdapat ancaman serius bagi orang yang memutus tali silaturahmi. Rasulullah SAW bersabda seperti yang di bawah ini.*

*_“Tidak masuk surga orang yang memutus silaturahmi.”_* (HR. Bukhari–Muslim).

*DI antara keutamaan menyambung tali silaturahmi adalah diluaskan rezeki dan dipanjangkan umur. Rasulullah SAW bersabda seperti yang di bawah ini.*

*_“Barangsiapa ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, sambunglah tali silaturahmi.”_* (HR. Bukhari–Muslim).

*SEJATINYA, Alquran tidak memberikan bentuk secara khusus perihal silaturrahmi. Setiap manusia diperbolehkan menyambung tali kasih sayang (silaturahmi) dengan beragam cara sesuai dengan kesanggupan dan kemampuan masing-masing.*

*KITA hidup di era teknologi sehingga kita bersyukur atas kemajuan teknologi. Bersyukur karena teknologi mutakhir bisa dipilih menjadi alternatif untuk mendekatkan hubungan yang telah berjarak dan merekatkan kembali hubungan yang sempat merenggang.*

*BAHWA menyambung tali kasih sayang terhadap saudara, keluarga jauh, teman, kerabat sangat penting-bukan hanya ingin memperbanyak kawan, melainkan pesan sosial yang langsung disebut dan diperintahkan dalam Alquran. Salah satunya seperti di bawah ini.*

_*“Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.”*
(Qs. ar-Ra’du: 21)

*KEMUDIAN, timbul pertanyaan: bagaimana bentuk silaturahmi di masa pandemi wabah Covid-19 ini? Bagaimana semestinya kita menyambung ikatan tali kasih sayang ini?*

*MENGINGAT bahwa pertemuan secara fisik atau _physical distancing_ diupayakan untuk dikurangi (dihindari), atau bahkan tidak sama sekali guna menekan penyebaran virus yang lebih luas. Maka, atas kemajuan teknologi komunikasi, menyambung tali silaturahmi masih bisa dilakukan dengan sarana media sosial (medsos)*.

*DENGAN demikian, silaturrahmi via media sosial menjadi pilihan terbaik di masa pandemi ini. Bentuk lainnya seperti apa?*

*KITA juga bisa saling mengirim makanan, hadiah sederhana, dan lain sebagainya. Namun, jika belum mampu dalam bentuk materi, tentu kita masih bisa memberikan hadiah terbaik berupa doa. Kita mendoakan agar saudara, kerabat, teman sejawat yang jauh selalu dalam kondisi sehat lahir batin serta dalam penjagaan-Nya*

*SELAMAT DATANG YA ROMADON*

_*ALHAMDULILLAH, tinggal menghitung hari. Sebentar lagi bulan penuh berkah itu, yakni bulan Ramadhan akan segera datang Bulan Ramadhan terasa spesial mengingat bahwa hampir seluruh dunia sedang menghadapi tersebarnya virus corona secara serempak di mana-mana dan efeknya luar biasa.*

*ITULAH sebabnya, hampir seluruh lapisan masyarakat di dunia terkena dampaknya. Itu berarti pula bahwa hampir semua lapisan masyarakat dunia sedang diuji kualitas sabar, syukur, dan tawakkalnya melalui pandemi virus corona (covid -19) tersebut.*

*Bersabar.* *Jelas, kondisi wabah yang kian merajalela itu mengharuskan kita untuk semakin berlatih sabar. Sebab, tiada pilihan lain yang bisa kita tempuh selain menjadi manusia sabar. Latihan sabar yang sesungguhnya telah kita hadapi bersama-sama agar tetap berpikir baik di tengah keadaan kurang baik.*

*Bersyukur.* *Setelah sabar, fase berikutnya adalah kualitas syukur yang juga tengah diuji pada masa-masa sulit ini. Rasa syukur mengharuskan kita untuk tetap mengucapkan pujian pada Allah,( *Alhamdulillah.*

*Tawakal,* *penyerahan diri kepada Allah disertai ikhtiar maksimal. Tawakkal tetap perlu, sebagai bukti bahwa manusia ialah makhluk lemah. Masa-masa pandemi pra-Ramadhan ini mengajarkan kepada kita tentang arti berusaha, berserah diri.*

*KENDATI dalam kondisi sulit, ketiga sifat tersebut tetap harus dijaga kualitasnya. Agar apa? Agar setelah cobaan ini berakhir, bukan hanya jasmani yang tetap bugar dan sehat dari berkah bersyukur, sabar, dan tawakkal, melainkan juga kondisi psikis dan mental juga lebih kuat dalam menerima ketetapan yang sudah ditakdirkan-Nya.*

*SEJALAN dengan tiga kualitas yang harus tetap dilatih dan dijaga tersebut, bulan Ramadhan hadir kembali. Ramadhan hadir untuk menghibur seluruh hamba-Nya yang mengaku beriman kepada lima rukun iman dan enam rukun Islam*

*BULAN Ramadhan seolah memberikan arti bahwa bulan yang tinggal menghitung hari itu akan segara meleburkan rasa takut, cemas, gelisah, khawatir, tidak berdaya, sedih dan segala rasa yang wajar dialami manusia. Itulah sebabnya, kita harus tetap bergembira menyambut bulan mulia yang dihadiahkan Allah untuk segenap hamba-Nya*.

*SALAH satu tanda keimanan seorang muslim adalah bergembira dengan akan datangnya bulan Ramadhan. Ibarat akan menyambut tamu agung yang dinanti-nantikan, maka kedatangannya dipersiapkan dan hati menjadi senang tamu Ramadhan akan datang. Tentu lebih senang lagi jika kita menjumpai Ramadhan*.

*APABILA Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulan Rasulullah, maka Allah menyediakan Ramadhan untuk kita semua. Maksudnya? Tiada bulan yang lebih mulia daripada bulan Ramadhan, sebab amalan-amalan baik di bulan ini senantiasa dilipatgandakan pahalanya oleh Allah. Orang yang berpuasa di bulan Ramadhan juga diganjar dengan pahala yang tiada terkira.*

*ALQURAN Surah Al-Qadr merekam betapa mulianya bulan Ramadhan ini, seperti berikut ini.*

_*”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”*_* (QS. Al Qadr: 1-5).

*_Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma sallimni ila ramadan wa sallim li ramadan wa tasallamhu minni mutaqabbalan._*
*Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.*

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA