Prof H Agustitin: WISATA BATINIAH TENTANG PEMAHAMAN ANTARA RITUAL DAN SPIRITUAL

Prof H Agustitin: WISATA BATINIAH TENTANG PEMAHAMAN ANTARA RITUAL DAN SPIRITUAL

*A. Ritual*

*Ritual adalah serangkaian kegiatan yang dilaksanakan terutama untuk tujuan simbolis*
*Ritual dilaksanakan berdasarkan suatu agama atau bisa juga berdasarkan tradisi dari suatu komunitas tertentu.*

*Kegiatan-kegiatan dalam ritual biasanya sudah diatur dan ditentukan, dan tidak dapat dilaksanakan secara sembarangan*

*B Spiritual*
*Spiritualit merupakan hubungan vertikal dengan Allah Swt , dengan kepercayaan yang dianut oleh seseorang.*

*Spiritualit meliputi aspek-aspek :*

*1) Berhubungan dengan sesuatau yang tidak diketahui atau ketidakpastian dalam kehidupan,*

*2) Menemukan arti , makna dan tujuan hidup,*( ngomel sangkan perenungan djumadi)

*3) Menyadari kemampuan untuk menggunakan sumber dan kekuatan dalam diri sendiri,*

*4) Setiap aktivitas HIDUPnya merupakan upaya pengabdian dan mempunyai rasa keterikatan dengan Allah Swt.*

*Merupakan kepercayaan atau keyakinan berarti mempercayai atau terdapat komitmen kuat antara kerja keras (dunia) dengan pengadian terhadap energi totalitas alam semesta dengan kuasa Allah Swt ,(akherat)*

*Konsep kepercayaan dapat di pahami sbg*

*Pertama kepercayaan sebagai kultur atau budaya dan lembaga keagamaan seperti Islam, Kristen, Budha, dan lain-lain*.

*Kedua, kepercayaan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan Ketuhanan, Kekuatan tertinggi, yang mempunyai wewenang atau kuasa tolitas, rasa yang memberikan alasan tentang keyakinan (belief) dan keyakinan sepenuhnya (action), harapan (hope), harapan yg merupakan suatu konsep multidimensi, sbg kelanjutan yang sifatnya berupa kebenaran mutlak*,

*Ketiga: Harapan yg merupakan energi yang bisa memberikan motivasi kesuksesan. bagi individu yg melakukan aktivitas spiritual untuk mencapai suatu prestasi dan berorientasi kedepan.*

*Ke empatDalam kaitannya dengan Agama adalah sebagai sistem organisasi kepercayaan dan peribadatan dimana seseorang bisa mengungkapkan dengan jelas secara lahiriah(syariah) maupun ma’rifah menggunakan spiritualitasnya*. *Agama adalah suatu sistem ibadah yang terorganisir atu teratur.*

*Kelima Spiritual setiap individu dipengaruhi oleh budaya, perkembangan, pengalaman hidup, kepercayaan dan ide-ide tentang kehidupan serta kedalaman seseorang memahami seet menghayati makna sangkan perenungan dumadi( darimana kita, berbuat apa kita, menuju asal usul awal keberadaan kita*.

*Ke enamn: Spiritual dapat memberikan suatu perasaan yang berhubungan dengan intrapersonal (hubungan antara diri sendiri), dalam hubungan antara orang lain dengan lingkungan(alam) dan transpersonal hubungan yang tidak dapat dilihat yaitu suatu hubungan dengan ketuhanan yang merupakan kekuatan tertinggi).*

*Ke tujuh : unsur-unsur spiritualitas meliputi kesehatan spiritual, kebutuhan spiritual, dan kesadaran spiritual.*

*Ke delapan : Dimensi spiritual merupakan suatu antara unsur psikologikal, fisiologikal, atau fisik, sosiologikal dan spiritual (meta fisik,) manungaling rsoo cito karso dan karyo.*

C *Dalil atau ayat dalam al-Quran yang berbicara tentang ritual qurban antara lain :*

*Surat al-Kautsar ayat 2 :*

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

*“Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” (Q.S. al-Kautsar: 2).*

*Surat al-Maidah ayat 27 *

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

*“Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka (qurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, “Sungguh, aku pasti membunuhmu!” Dia (Habil) berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa.”*

*- surat ali imran ayat 183 :*

حَتَّى يَأْتِيَنَا بِقُرْبَانٍ تَأْكُلُهُ النَّارُ

*Hingga dia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api.*

*Surat al maidah ayat 27 :*

إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا

*Ketika keduanya (Qobil dan Habil) mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua*

*- surat al ahqof ayat 28 :*

فَلَوْلَا نَصَرَهُمُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ قُرْبَانًا آلِهَةً

*Maka mengapa yang mereka sembah selain Allah sebagai Tuhan untuk mendekatkan diri tidak dapat menolong mereka.*

*Sedang hadits yang berkaitan dengan ibadah qurban antara lain:*

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَنَّ رَسُوْلُ اللهِ ص.م. قَالَ: مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصّلاَّنَا ـ رواه احمد و ابن ماجة

Artinya: *“Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berkurban maka janganlah ia mendekati tempat sholat Id kami.” (H.R. Ahmad dan Ibnu Majah). Wallohu a’lam. [Rizalullah, Nur Hamzah, Muh Jayus].*

 

[ فَلَوْلَا نَصَرَهُمُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ قُرْبَانًا آلِهَةً بَلْ ضَلُّوا عَنْهُمْ وَذَلِكَ إِفْكُهُمْ وَمَا كَانُوا يَفْتَرُونَ ] – الأحقاف 28

[ وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ ] – المائدة 27

[ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ عَهِدَ إِلَيْنَا أَلَّا نُؤْمِنَ لِرَسُولٍ حَتَّى يَأْتِيَنَا بِقُرْبَانٍ تَأْكُلُهُ النَّارُ قُلْ قَدْ جَاءَكُمْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِي بِالْبَيِّنَاتِ وَبِالَّذِي قُلْتُمْ فَلِمَ قَتَلْتُمُوهُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ ] – آل عمران 183

 
D *Dalil Qur’an Spirual:*

Alloh –Ta’ala- berfirman:

( إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ )الأعراف/ 54.

*“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas `Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam”. (QS. Al A’raf: 54)*

*Bahwa Alloh –Ta’ala- telah membedakan antara menciptakan dan memerintah, keduanya adalah bagian dari sifat-sifat-Nya, menyandarkan keduanya kepada Dzat-Nya. Adapun penciptaan adalah perbuatan-Nya, sedangkan perintah-Nya adalah firman-Nya. Hukum asal dari dua kata yang digabungkan masing-masing mempunyai arti yang berbeda, kecuali jika ada indikasi yang menyatakan tidak demikian, dalam ayat tersebut ada banyak indikasi yang menguatkan adanya perbedaan antara keduanya di antaranya adalah sebagaimana yang akan disebutkan kemudian.*

*Bahwa penciptaan itu tidak terjadi kecuali dengan perintah, sebagaimana firman Alloh –Ta’ala-:*

( إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ ) يس/ 82 .

*“Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia”. (QS. Yaasiin: 82)*

*Firman Alloh: “Kun !” adalah perintah-Nya, jika dianggap sebagai makhluk pasti ciptaan-Nya tersebut membutuhkan perintah, perintah membutuhkan perintah, dan demikian seterusnya, yang demikian itu bisa dipastikan kebatilannya.*

*Imam Ahmad –rahimahullah- telah berhujjah dengan ayat ini atas Jahmiyah dan Mu’tazilah, beliau berkata:*

*““Alloh berfirman:*

( ألا له الخلق والأمر )

*“Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah”. (QS. Al A’raf: 54)(

*Dia telah membedakan antara penciptaan dan perintah”. (Diriwayatkan dari Ibnu Hambal dalam Al Mihnah: 53)*

*“Firman Alloh:*

( أتى أمر الله …) [النحل: 1]

*“ Telah pasti datangnya ketetapan Allah”. (QS. An Nahl: 1)*

*Maka perintah-Nya, firman-Nya dan kekuasaan-Nya bukanlah makhluk, maka janganlah kalian membenturkan sebagian kitabullah dengan sebagian lainnya”. (Diriwayatkan dari Ibnu Hambal dalam Al Mihnah: 54)*

*Beliau juga menyampaikan dalam surat kepada Al Mutawakkil pada saat ditanya tentang masalah al Qur’an:*

“Alloh –Ta’ala- telah berfirman:

( وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْلَمُونَ )التوبة/ 6

*“Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui”. (QS. At Taubah: 6)*

*Allah berfirman:*

( ألا له الخلق والأمر )

*“Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah”. (QS. Al A’raf: 54)*

*Dia (Alloh) telah mengabarkan dengan kata: “penciptaan” kemudian berfirman: “dan perintah”, maka Dia Alloh telah menjelaskan bahwa perintah bukanlah penciptaan�*.( dan masih banyak lagi)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA