Aqâbat al-Taubah
Tahapan kedua ini merupakan tahapan solutif iaitu jalan keluar dari kesalahan yang sudah terlanjur dilakukan. Al-rujȗ’ Taubat berarti kembali, kembali dari sesuatu yang tercela menurut syariat menuju sesuatu yang terpuji, kembali kepada Allah setelah jauh dariNya akibat dosa dan maksiat. Perbuatan maksiat (dosa) seperti ditegaskan al-Syaikh Tajuddin Ibn ‘Athaillah al-Sakandari dalam kitab Tâj al-Arus dapat menggelapkan hati, maksiat laksana api, sedangkan kegelapan bagaikan asapnya.
Semua orang memerlukan tobat kerana tidak ada seorangpun yang terbebas dari perbuatan dosa, khilaf dan salah, tobat diperlukan untuk kembali mengisi jiwa yang telah kering, jiwa yang telah jauh dari cahaya iman. Ciri tobat ialah menyesali maksiat yang telah dilakukan dan ketaatan yang luput dan lalai untuk dikerjakan. Kerana itulah Rasulullah bersabda;”Penyeslan adalah tobat”, ini bererti bahwa pilar utama tobat ialah penyesalan. Selain penyesalan pilar tobat ialah mencabut diri dari perbuatan dosa” dan berazam dengan sungguh-sungguh untuk tidak lagi melakukan dosa yang sama.
Dalam al-Qur’an surat al-Baqarah/4:31;”…dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya”.
وَتُوبُوا إِلَى اللَّـهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hal senada juga ditegaskan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam;”Wahai sekalian manusia bertobatlah kalian kepada Allah, sesungguhnya aku bertobat setiap hari sebanyak 100 kali” يا أيها الناس توبوا إلى الله فإني أتوب في اليوم إليه مائة مرة”.
Tobat mesti dilakukan dengan segera, kerana tobat merupakan station pertama untuk masuk ke jalan ruhani, “…bertobatlah kepada Allah wahai orang beriman agar kalian beruntung” Mengapa Nabi sallallahu Alaihi Wasallam memohon ampunan Allah hingga 70 kali dalam sehari, padahal Nabi telah diampunkan segala dosa dan khilafnya. Al-Ghayn merupakan keadaan hati yang lalai daripada mengingat Allah, lalai mengingat Allah adalah dosa, kerana itulah baginda memohon ampunan Allah.
Tobatnya orang awam dari perilaku dosa dan perbuatan haram, tobatnya orang khawash dari perilaku lalai dan makruh dan tobatnya orang khawash al-Khawash dari perilaku halal yang berlebihan. Hati akan menjadi bersih dengan tobat kepada Allah, kehinaan, kegelapan dan hijab terpaut dengan maksiat, maka apablia engkau bertobat kepada Allah, maka lenyaplah kegelapan dan akan tampaklah cahaya.
Firman Allah dalam hadits qudsi yang berarti Wahai anak Adam kembalilah (taubatlah) kepadaKu, maka Aku akan ampuni dosa-dosa kalian dan akan menempatkanmua seperti Aku menempatkan para NabiKu.
Semoga taubat yang kita lakukan dapat membebaskan kita dari segala khilaf, dosa dan noda kecil mahupun besar dan Allah ridlai segala amaliah wajib mahupun sunnah yang sudah, sedang dan yang akan kita jalankan. Amin ya Rabbal Alamin.




