Prof Harapandi: Anytime Ingat Allah

Prof Harapandi: Anytime Ingat Allah

 فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا اطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا )النساء:١.٣)

Artinya: Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

Abdullah bin Abbas Radliyallahu Anhuma menafsirkan ayat tersebut, Apablia kamu selesai melakukan salat maka ingatlah Allah baik dalam keadaan berdiri (qiyaman), duduk (quudan), ataupun dalam keadaan berbaring (ala junubihim).
 
Beliau mengatakan, ayat tersebut memiliki maksud “pada malam dan siang, daratan dan juga lautan, dalam pelayaran (musafir) ataukah dalam negeri (menetap), ketika kaya taupun papa, sakit maupun sehat, dengan sir (rahasia) ataupun dengan jahar”.
 
Tafsiran Sahabat Abdullah bin Abbas tersebut memberikan kesadaran agar setiap saat ingat Allah tidak mengenal waktu dan tempat, setiap tarikan dan keluaran nafas, ingat (berzikir) kepadaNya, karena dengan berzikir kita dapat merasakan kenyamanan, ketenangan, kekhusyuan dalam beribadah. Alaa bizikrillahi tathmainnal qulub (hendaklah engkau ingat Allah agar hatimu tetap tenang).
 
Master Sufi al-Syeikh Jalaluddin Rumi pernah mengatakan:“ Ingatlah Allah saat kamu berada dalam keramaian orang banyak”. Ungkapan ini bermakna bahwa mengingat Allah tidak selalu saat berada dalam sholat, zikir dan ragam ibadah lainnya. Ingat Allah saat kita bekerja ingat Allah, maka tidak akan tergoda dengan pekerjaan yang haram, saat berdagang ingat Allah sebab itu tidak akan berbuat kecurangan.

Terdapat tiga tanda Allah mencintai hambaNya seperti dinyatakan dalam hadits yang ditulis oleh Habib zain bin Ibrahim bin Smith dalam kitab al-Fawaidul Mukhtarah li Salik thariq al-Akhirah. Pertama; Allah zuhudkan (kurangkan) keterkaitan (hatinya) dengan dunia, kedua; gembirakan dirinya untuk melakukan amal akhirat dan ketiga; Allah bukakan aib dirinya (agar subuk mencari obat agar aibnya hilang) dan tidak sibuk mencari-cari aib (kelemahan) orang lain.

Hadits tersebut memberitakan kepada kita bahwa saat rasa keterkaitan kita dengan dunia sedikit (tidak ngoyo) itu tanda Allah sayang kepada kita. Ketika getaran hati untuk amalan akhirat diikuti dengan gerak langkah kaki, tangan dan lisan (zikrullah) itu juga bukti Allah cinta dengan kita dan waktu kesibukan hati dan amalan kita tertuju pada pengobatan diri sendiri berarti Allah Azza Wajalla senang dengan kita.
 
Kesimpulannya bahwa ingat Allah anytime tidak mengenal tempat dan waktu, tidur maupun terjaga ingatlah Allah, makan dan juga minum ingatlah Allah. Semoga dengan selalu ingat Allah kita juga akan diingat oleh Allah dengan pemeliharaannya yang tidak kita dapatkan dari makhluk lain.

Wallahu a’lamu bi al-Shawab

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA