Sinar5news.com – Lombok Timur – SDN 3 Montong Baan ditunjuk menjadi salah satu dari 8 sekolah penggerak di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai lokasi Kunjungan lapangan dan Monev PSP(Program Sekolah Penggerak) Angkatan 2 Tahun 2022 dari Balai Guru Penggerak Provinsi (BGP) NTB, beberapa waktu lalu.

Tim Monev dari BGP Provinsi NTB, Mokhamad Romadhoni, S.Pd yang didampingi tim monev pendamping Lombok Timur Sapri,S.Pd dalam arahannya dihadapan para Guru SDN 3 Montong Baan, mengatakan Sekolah penggerak itu akan melalui tiga jenjang yakni jenjang intensif, jenjang moderat dan jenjang mandiri.
“Pada jenjang intensif sekolah penggerak dituntut untuk banyak berkoordinasi dengan pasilitator, PMO tiap bulan dan pengawasan juga tiap bulan karena jenjang intensif ini termasuk pemula sehingga harus banyak bertanya dan mendapatkan bimbingan secara intensif,”ungkap Doni.

Doni juga menambahkan, sedangkan kalau sudah masuk level sekolah penggerak moderat, maka ketergantungan pada pasilitator sudah mulai berkurang dan jika sudah masuk level sekolah mandiri maka sekolah-sekolah lainnya yang ada disekitar sekolah mandiri itu akan datang belajar kesekolah yang ada pada level sekolah mandiri.
Sementara itu Sapri,S.Pd yang ditugaskan untuk menjadi pasilitator sekolah penggerak SDN 3 Montong Baan, menjelaskan tujuan monev adalah untuk mengetahui progres sekolah penggerak pada Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Republik Indonesia.
“Pada dasarnya monev ini sudah kami lakukan beberapa kali, tetapi secara daring. Untuk kali ini tim monev langsung turun, kami ingin membuktikan secara langsung progres proses belajar mengajar, kebersamaan kepala sekolah dan para guru serta kebersamaan pihak sekolah dan komite sekolah di SDN 3 Montong Baan ini,”ungkap Sapri.
Progres positif sekolah penggerak juga ditentukan oleh Kepala sekolah yang bersangkutan, jika kepala sekolah bekerja dengan kompak bersama guru dan komite yang sebagai representasi wali murid maka proses belajar mengajar pada IKM akan dapat berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah tadi sudah kami melihat secara langsung progres belajar mengajar didalam kelas cukup bagus, dan para guru disini sangat intensif berkoordinasi dengan pihak UPT Dikbud Kecamatan, tentang semua hal yang ada kaitannya dengan sekolah penggerak dan saya juga melihat administrasi di SDN 3 Montong Baan ini cukup rapi,” beber Sapri.
Sedangkan Kepala Sekolah SDN 3 Montong Baan, Ancah,S.Pd kepada awak media menjelaskan bahwa SDN 3 Montong Baan, baru hanya 5 bulan masuk dalam daftar sekolah penggerak, namun sudah banyak perubahan yang dilakukan.
“Sekolah penggerak ini kan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dimana kurikulumnya dari bawah, kita yang menyusun kurikulum dan kita juga yang menerapkannya, untuk itu yang pertama kami lakukan di SDN 3 Montong Baan ini adalah penegakan disiplin kepada murid dan guru, artinya guru dan murid harus datang dan pulang tepat waktu, kalau mereka telat datang maka pintu gerbang sudah ditutup,”ungkapnya.
Ancah juga menambahkan, penegakan adat dan budaya serta tata kerama dan sopan santun siswa juga sangat diperkuat mengingat sopan santun akhir-akhir semakin rusak oleh arus modernisasi dan globalisasi.
“Kami juga menekankan sopan santun siswa kepada guru, dengan selalu melepas salam dan bersalaman dengan guru pada saat siswa bertemu dengan gurunya baik didalam maupun diluar lingkungan sekolah. Alhamdulillah meskipun kami baru beberapa bulan masuk sebagai sekolah penggerak, progresnya cukup baik. Sekarang tidak ada murid dan guru yang terlambat datang disekolah dan anak-anak juga menunjukkan etika dan sopan santun yang bagus pula,”tutupnya.
Dalam pertemuan dengan tim BGP, Monev dan guru-guru SDN 3 Montong Baan. Pihak sekolah menyampaikan tentang masih banyak kekurangan pasilitas pendukung sebagai sekolah penggerak, seperti Laptop, infokus dan lainnya. Untuk itu Kepala Sekolah dan Guru SDN 3 Montong Baan, berharap dapat menjadi atensi dari pemerintah yang berwenang (Dikbud-red) untuk dilengkapi agar proses belajar mengajar disekolahnya dapat berjalan lancar. (red)


