PT.DNA Bina Petani Jagung Melalui Aplikasi SIJI.

PT.DNA Bina Petani Jagung Melalui Aplikasi SIJI.

Sinar5news.Com – Lombok Timur – Pimpinan PT.DNA(Datu Nusra Agrobisnis) Nusa Tenggara Barat(NTB) Dian Nopel mengatakan pihaknya bersama Bank Negara Indonesia(BNI) dan PT.Petro Kimia Gresik akan berupaya untuk melakukan pembinaan terhadap petani Jagung yang ada di Pulau Lombok, dengan luas areal binaan 7.000 hektar dengan jumlah petani binaan 7.000 orang.

Dalam pembinaan tersebut DNA menggandeng BNI untuk memberikan Kredit Usaha Rakyat(KUR) kepada kelompok tani dengan plapon kredit Rp.15 juta per hektar, dan untuk pemupukan dan pengobatan ia juga menggandeng PT,Petro Kimia Gresik.

Dalam pendampingan petani jagung pihak DNA menggunakan Sistim Informasi Jagung Indonesia(SIJI) untuk melakukan pengawasan terhadap semua petani binaan. SIJI itu akan menggunakan satelit untuk memantau kegiatan para petani binaan.

“SIJI ini adalah sistim aplikasi monitoring budidaya jagung pertama di Indonesia dan untuk pertamakalinya juga dipakai di Kabupaten Lombok Timur, jadi yang input datanya bukan petani tetapi tim Agrobisnis kami, dimana dalam inputnya petaninya atas nama siapa,luas arealnya berapa, koordinatnya berapa, materialnya berapa,kapan mulai tanam,sampai kapan panennya,” Ungkap Nopel.dalam sosialisasi di kantor Desa darmasari,Kecamatan Sikur,Kabupaten Lombok Timur. Selasa(15/09/2020).

Dimana lewat SIJI kita bisa pantau kegiatan petani dari kapan mereka mulai menanam,memupuk hingga panen,dan luasan areal tanaman jagung tidak bisa dimanipulasi, karena luasannya sudah terkoneksi dengan peralatan yang kita miliki. Kalau memang satu hektar dilayar kita akan menunjukkan satu hektar,dalam arti luasan itu tidak bisa dikira-kira,”ungkapnya.

Manfaat dari SIJI itu menurut Novel akan dapat menstresing jagung yang akan masuk kepabrik,lewat Q Arkot yang bisa di tembak lewat Hand Phond sehingga dapat diketahui jagungnya dari petani atas nama  siapa,kapan nanam, jenis jagungnya apa,perawatan sperti apa dan panennya kapan.

“Jadi data petani dan perolehan hasil akan tersimpan dengan sangat valid dan akuntabel untuk dipakai pada waktu yang lain,artinya begini, kalau pada musim tanam tahun ini si petani A hanya bisa panen 7 ton, maka itu akan menjadi PR kita untuk meningkatkan pada musim berikutnya menjadi 8 ton,” imbuhnya.

Disamping melalui SIJI, DNA juga akan menurunkan tim Agronomis yang akan turunlangsung kelapangan satu kali dalam satu minggu untuk melakukan pendampingan dimana satu orang Agronomis akan mengawasi  50 hektar dan distruktur itu diatas agronomis akan ada superpaiser Agronomis yang akan mengkaper 250 hektar. 

Menurut Novel hasil panen jagung petani akan dibeli oleh DNA sesuai dengan harga pasar pada saat panen,dan pola penjualan petani ke pihak DNA tergantung bagaimana yang dinginkan petani, mau dijual dalam bentuk tongkol atau dalam bentuk biji.

“Soal pembelian kami, itu tergantung petani. Kalau petani tidak mau repot,lalu mau dijual dengan tongkolnya kami beli jagung dengan tongkol. Kalau petani mau jual yang sudah dipipil dan sudah kering kami senang membeli. Artinya bagaimana maunya petani. Yang penting kita berupaya untuk bagaimana agar KUR BNI segera dapat dikembalikan,” Pungkasnya.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA