PUSAT STUDI ICS UNRAM ADAKAN SEMINAR TENTANG KONTESTASI IDENTITAS ISLAM

PUSAT STUDI ICS UNRAM ADAKAN SEMINAR TENTANG KONTESTASI IDENTITAS ISLAM

Civitas akademika UNRAM Nusa Tenggara Barat

” Seminar tentang keIslaman memang masih jarang dilakukan, dan diharapkan dapat memberi wacana baru di lingkungan akademik Unram” lanjutnya.

Keynote Speaker pada acara ini adalah kepala Kesbangpol NTB yang diwakili oleh Drs. Rasyidin. Rasyidin menyampaikan tentang pentingnya seminar ini untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat akan bahaya ancaman kelompok radikalisme dan terorisme.

Dalam pandangannya, NTB termasuk daerah zona merah dalam gerakan radikalisme, yang mana terdapat kelompok Muslim yang disusupi dan dipengaruhi oleh ajaran tersebut. Oleh karena itu Kepala Kesbangpol NTB meminta pemerintah dan masyarakat harus peka dengan kondisi ini dan bahu membahu mencegah dan mengatasinya.

” Media sosial harus diperhatikan betul karena penyebaran konten – konten radikal tidak luput dari penggunaan media sosial. Masyarakat kita banyak yang tidak menyaring dan langsung mempercayai konten tersebut” ungkapnya.

Keberadaan pusat studi ICS sangat penting dalam rangka penguatan wacana Islam yang lebih ingklusif, terbuka dan adaptif dengan budaya lokal Sasak. Kevin dalam penyampaian materinya menjelaskan bahwa sangat penting riset-riset tentang Ormas Islam di luar Jawa karena selama ini tidak banyak yang diangkat oleh peneliti nasional dan internasional.

Menurutnya, semestinya peneliti juga memberikan perhatian atas peran Ormas Islam lokal yang di luar Jawa dalam pengembangan dakwah. Kevin sendiri meneliti tiga Ormas Islam yaitu Alkhairaat, Aljami’yatul washliyah dan Nahdlatul Wathan. Dalam analisa teorinya Kevin beargumen bahwa Ormas Islam di Indonesia sangat independen dan tidak diintervensi oleh negara. ” Mereka independen dan bebas melakukan aktivitas organisasi sesuai dengan visi dan misi organisasinya” ungkap Kevin.

Kevin juga menyinggung bahwa munculnya gerakan Ormas Islam di Indonesia termasuk NTB dipengaruhi oleh tiga hal, pertama, pengaruh pendidikan Islam Timur Tengah. Alumni-alumni Timur Tengah menjadi aktor penggerak gerakan Islam melalui pembangunan pesantren dan madrasah setelah selesai dari belajar dari Timur Tengah.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA