PUSAT STUDI ICS UNRAM ADAKAN SEMINAR TENTANG KONTESTASI IDENTITAS ISLAM

PUSAT STUDI ICS UNRAM ADAKAN SEMINAR TENTANG KONTESTASI IDENTITAS ISLAM

Civitas akademika UNRAM Nusa Tenggara Barat

Kedua, pengaruh misionaris. Para misionaris dikirim dari Eropa untuk menyebarkan ajaran Kristiani di Indonesia. Gerakan ini mendapat perhatian dan respon dari intelektual Muslim Indonesia yang mendorong mereka melakukan proteksi dan perlawan terhadap gerakan tersebut.

Ketiga, kolonialisasi Belanda. Penjajahan Belanda telah melahirkan gerakan-gerakan Islam baik yang langsung melakukan perlawanan fisik (jihad) maupun yang tidak langsung dengan membentuk lembaga halakah dan pendidikan. Muhammadiyah, NU dan NW adalah bagian dari gerakan-gerakan Islam yang lahir dari respon atas dominasi kelompok kolonial. Banyak sekolah-sekolah dan pesantren dalam sejarahnya ditutup oleh Belanda meredam perlawanan kelompok Islam ini.

Kevin kemudian menegaskan bahwa rebranding Islam sekarang ini bukan sesuatu yang baru.” Ormas Islam dari sejak kemerdekaan telah memodernisasi pola – pola gerakannya mulai dari halakah ke struktur modern. Khususnya NW memiliki keunikan karena mampu mengkombinasikan nilai keIslaman dengan nilai keSasakan” kata Kevin. Ia juga memberikan analisa terhadap nilai-nilai kultural Islam yang diakomodir sebagai modal dalam membangun Islam NW yang modernis dalam konteks struktur.

Sementara itu, Dr. Saipul Hamdi dalam pemaparan materinya juga mempertanyakan rebranding Islam yang berkembang sekarang ini. Dia setuju dengan pendapat Kevin bahwa rebranding hanya bentuk pengulangan, bahkan ada semacam kemunduran yang dulunya dari halakah ke modern structure, sekarang dari struktur modern ke halakah-halakah. Hamdi mengkritik fenomena ini bahwa anak-anak muda lebih suka belajar dalam bentuk halakah-halakah kecil, yang terkadang silsilah gurunya tidak jelas.

“Sebagian adalah guru-guru yang berasal dari media sosial, mereka belajar agama dari YouTube” ungkap Hamdi.

“Halakah seringkali dijadikan sebagai tempat cuci otak untuk menanamkan Islam yang keras dan radikal. Beliau juga menyinggung bagaimana Universitas Mataram dalam riset Stara Institute baru-baru ini diklaim sebagai kampus yang terpapar radikalisme” ungkapnya.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA