Sinar5News.com- Jakarta- Diluncurkan secara resmi oleh kementrian Agama RI berlokasi di gedung auditorium kemenaq. Jln Tamrin dibuka secara resmi oleh mentri Agama Jendral Purnawirawan Fahrurrozi. Hadir dalam acara adalah seluruh kanwil se Indonesia rektor UIN se Indonesia dan ketua ketua forum ummat beragama serta ketua ormas.11/12/19.
Abd.Rahman Masud selaku ketua balitbang kemenag dalam sambutannya ” ini acara rutin tahunan yang sdh menjadi program selama lima tahun sebagai bahan evaluasi untuk dapat melihat kondisi ummat beragama dengan tujuan utk melihat kondisi ummat beragama kita yang memperlihatkan moderasi beragama berdasarkan Pancasila baik dalam kerjasama, toleransi dan kesetaraan.”
Sementara dalam arahannya Mentri Agama menekankan hasil ini memperlihatkan bahwa “moderasi Agama kita masih bagus. Kedepan pola komunikasi kita harus seirama dan sesuai konteks semisal lebel halal. Semestinya disamping ada lebel halal sebaiknya juga ditambah dengan kata halal utk muslim dan ok utk non muslim, kira-kira demikian bisa diatur kata-katanya yang pas demikian beliau sampaikan pada sinar5news.com.”
“Kemudian dalam menjaga kerukunan hendaknya menyampaikan ceramah bagi para dai agar tidak menyinggung ummat lain sampaikanlah kebaikan universal yang menyejukkan semua.” Ungkap beliau.
Adapun hasil index kerukunan ummat beragama (KUB) indikator yang disurvei : kerjasama, toleransi dan kesetaraan. Survei dilakukan puslitbang bimas agama kementrian Agama dilaksanakan pada 16 – 19 Mei dan 18 – 24 Juni 2019. Hasil sebagai berikut dilakukan oleh 36 peneliti, 1.360 enumerator, responden 13.600 pada 136 Kabupaten kota dan 34 provinsi.
Sekor index KUB diatas rata- rata nasional tiga wilayah tertinggi adalah daerah Papua Barat = 82.1, Nusa Tenggara Timur = 81.1, Bali 80.1 kemudian sekor KUB dibawah rata- rata nasional tiga tertinggi adalah Jawa Timur = 73.7, Kalimantan Timur = 73.6, Gorontalo 73.2 Sementara Sekor KUB tiga daerah terendah adalah Jawa Barat = 68.5, Sumatra Barat = 64.4, Aceh 60.2 kesimpulan index KUB 2019 rata- rata 73,83 cukup tinggi.
“Semakin kondisif politik nasional semakin baik hasil index KUB. Dan pemerintah daerah harus melakukan program yang mengarah kepada menjaga kerukunan ummat beragama di daerah.” Demikian ketua balitbang sampaikan.
Azumardi Azra “agar indikator diperluas Dan kerjasama antar ummat beragama lebih dibangun terutama hal sosial. Lebih lanjut beliau sampaikan kondisi ummat beragama masih homogen sebab antara satu agama atau satu ormas masih berselisih berselisih. Karena boleh jadi tidak ada satu otoritas yang mengaturnya termasuk negara. Beda dengan malaysia yang semua diatur negara.” Demikian disampaikan dalam panelnya.(rd)




