Renungan Seorang Musafir : Kemuliaan (al-Kariem)

Renungan Seorang Musafir : Kemuliaan (al-Kariem)

Oleh : Harapandi Dahri

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبٗا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ

Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan bersuku puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu dengan yang lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang yang lebih taqwanya di antara kamu, (bukan yang lebih keturunan atau bangsanya). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mendalam PengetahuanNya (akan keadaan dan amalan kamu). Al-Hujurat:13

Mulia itu, dicintai Allah dan juga rasulNya, Mulia itu, disayang family dan handaitaulan, Mulia itu, dicintai seluruh Insan dan al-Jinan, Mulia itu, disegani kawan dan juga lawan, Mulia itu, terhindar dari godaan setan, Mulia itu mendapatkan surga Tuhan

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman bahwa orang yang paling mulia disisiNya ialah mereka yang paling bertaqwa. Rasulullah sallallahu ‘Alaihi wasallam bersabda bahwa;”orang yang paling mulia disisi Allah ialah mereka yang paling bertaqwa”. Ibnu Abbas berkata;”Mulianya seseorang di dunia adalah karena kaya, namun mulianya seseorang di akhirat karena takwanya.”
Senada dengan itu al-Syaikh Tuan Guru Kiyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (populer: Maulanasyaikh) menjelaskan bahwa; “Semulia-mulia kalian disisiku (Maulanasyaikh) ialah yang paling bermanfaat bagi Nahdlatul Wathan dan sejahat-jahat kalian disisiku ialah mereka yang memberikan kemudlaratan kepada Nahdlatul Wathan”. (Wasiat Renungan Masa).

Sayyidina Ali Karramallahu Wajhahu berkata;”Siapa saja yang dianugerahkan harta, maka manfaatkan untuk mendekatkan kekerabatan, layani para tamu dan bagi-bagikan kepada setiap orang yang memerlukannya, karena itulah engkau akan mulia disisi Allah Azza”.
Dari perkataan Sayyidina Ali tersebut terdapat tiga manfaat harta yang dimiliki seseorang, jika ketiga manfaat ini dapat dijalankan, maka kemuliaan sesungguhnya pasti diperoleh.
Pertama; Harta dimanfaatkan untuk mendekatkan kekerabatan. Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wasallam dalam beberapa hadits menjelaskan keutamaan rezeki yang dinafkahkan kepada kerabat. Dari Abu Hurairah radliyallahu Anhu, ia berkata, Rasulullah bersabda: “Satu dinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang kamu nafkahkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang kamu berikan kepada orang miskin dan satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu, maka yang paling besar pahalanya adalah satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu”. (HR. Muslim).

Dari Abu Abdillah (Abu Ab-durrahman) Tsauban bin Bujdud, ia berkata: Rasulullah bersabda: “Dinar yang paling utama adalah dinar yang dinafkahkan seseorang kepada keluarganya, dinar yang dinafkahkan untuk kendaraan di jalan Allah dan dinar yang dinafkahkan untuk membantu teman seperjuangan di jalan Allah”. (HR. Muslim).
Dari Ummu Salamah ra. ia berkata, Saya bertanya kepada Rasulullah: “Apakah saya mendapat pahala apabila saya memberikan nafkah kepada putra-putra Abu Salamah, karena saya tidak akan membiarkan mereka berkeliaran mencari makan kesana kemari. Sesungguhnya merekapun adalah anak-anak saya?” Rasulullah menjawab: “Ya, kamu mendapat pahala terhadap apa yang kamu nafkahkan kepada mereka”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedua; Rezeki yang Allah anugerahkan akan menjadikan seseorang mulia jika digunakan untuk melayani para tamu. Seperti kita ketahui bahwa memuliakan tetamu adalah menjadi bukti kekuatan iman seseorang, hal tersebut ditegaskan Rasulullah dalam sebuah haditsnya;”Sesiapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah memuliakan tetamu”.
Memuliakan tetamu tentunya tidak hanya dengan sikap ramah, menyajikan makanan dan minuman serta memberi pelayanan terbaik selama tamu berada di rumah adalah adab menerima tetamu.
Nabi Allah Ibrahim Alaihissalam adalah salah seorang Nabi yang sangat perduli dan gemar memuliakan tetamu dengan memberi dan memasak makanan yang paling lezat dari apa yang dimilikinya.
Ketiga; Pada harta yang kita miliki terdapat jatah dan bagian fakir-miskin. Harta terbaik ialah harta yang di sharing kepada orang-orang yang memerlukan, bukan harta yang disimpan di dalam bank dan brankas pribadi.

Rasulullah menyebutkan tiga cara membagi-bagikan harta yang kita miliki, (1) untuk keluarga yang menjadi tanggung jawab kita, (2) untuk membela agama Allah dan (3) untuk menjadi media menghubungkan tali persaudaraan. Jika ketiga cara membagi harta benda yang dititipkan Allah kepada kita, maka Allah akan mencatatkan nama kita pada kumpulan orang-orang yang pemurah dan mulia. Allah akan memberikan pertolongan dan perlindungan selama kita dapat membantu saudara-saudara kita.
Mudah-mudahan renungan singkat ini dapat kita jalankan terlebih saat saudara-saudara kita sedang mendapatkan musibah Banjir, tiada berkurang harta yang diinfaqkan dijalan Allah bahkan bertambah, bahkan bertambah dan Allah akan memudahkan urusan orang-orang yang memudahkan urusan saudaranya.

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA