Sinar5news.com – Jakarta – Semakin pesatnya perkembangan dunia digital, fokus terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak-anak menjadi isu yang penting untuk dibicarakan. Peran agama menjadi krusial dalam pendidikan anak usia dini dan menjadi pagar pertama agar anak-anak tidak tersesat dalam perkembangan zaman.
Menjadi panduan bagi umat Muslim membuat Al-Qur’an sangat cocok untuk dijadikan sebagai pendekatan yang sangat baik jika diterapkan sejak usia dini. Hal ini guna mempertahankan identitas ke Islaman sejak sedini mungkin dan menciptakan generasi mendatang yang berjalan seiring dengan petunjuk agama. Ini sejalan dengan pesan dalam riwayat Al-Bukhari yang disampaikan oleh Utsman bin Affan, meski dalam redaksi yang sedikit berbeda, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling utama di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
Sejatinya pelajaran paling awal dan paling penting adalah mengajarkan anak-anak membaca Al-Qur’an sedini mungkin. Ini menjadi upaya untuk memastikan bahwa sang anak mampu membaca kitab suci ini sepanjang hidupnya. Dengan memberikan waktu untuk belajar membaca Al-Qur’an, para orang tua juga memastikan bahwa anak-anak mereka dekat dan selalu menghabiskan waktu bersama Al-Qur’an, bukan dengan hal-hal lain yang mungkin kurang bermanfaat bagi mereka.
Mendidik anak-anak untuk membaca Al-Qur’an pada usia dini dapat dilakukan oleh para orang tua saat mereka berada di rumah. Mungkin bisa dilakukan pada akhir pekan, di sela-sela waktu bermain anak-anak, atau setelah waktu Maghrib ketika anak-anak baru saja menunaikan shalat. Pada waktu-waktu seperti itu, pembelajaran tidak akan mengganggu waktu bermain anak atau waktu belajar pelajaran sekolah di rumah.
Perlu kita ketahui bahwa salah satu cara terbaik untuk mengajarkan anak-anak membaca Al-Qur’an adalah dengan memperkenalkan mereka pada huruf-huruf hijaiyah. Sebagai komponen penting dalam membaca kitab suci ini, pengenalan huruf-huruf hijaiyah juga akan membantu mereka membedakan cara mengucapkan setiap huruf dengan baik dan benar. Para orang tua tidak perlu terburu-buru memaksa anak-anak agar langsung bisa membaca surat-surat dalam Al-Qur’an. Tidak ada waktu yang lebih baik untuk memulai daripada sekarang. Karena anak-anak perlu diajarkan untuk membaca Al-Qur’an sejak dini.

Metode pengajaran Al-Qur’an memiliki banyak manfaat yang bisa diperoleh oleh anak-anak. Disinilah orang tua turut memiliki andil dalam membantu perkembangan anak dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama. Dengan demikian, di masa depan, anak-anak akan memiliki akhlak yang mulia atau akhlaqul karimah. Dalam menjalankan peran sebagai guru utama, orang tua perlu menciptakan lingkungan yang mendukung. Membuat rumah menjadi tempat yang menyenangkan dan penuh kasih sayang akan membangun kebersamaan yang erat antara orang tua dan anak.
Sebagai orang tua, kita harus pintar dalam menyulap rumah agar menjadi tempat yang paling nyaman untuk belajar Al-Qur’an. Selain itu ciptakanlah suasana harmonis yang penuh dengan kasih sayang. Memang sangat baik untuk menjaga anak-anak tetap berada di rumah dan belajar Al-Qur’an bersama orang tua mereka. Sehingga aktivitas pembelajaran Al-Qur’an dapat diintegrasikan dalam rutinitas sehari-hari, seperti membaca bersama sebelum tidur atau menyelipkannya dalam permainan interaktif. Dengan pendekatan yang kreatif dan menyenangkan, anak-anak akan lebih antusias dalam mempelajari Al-Qur’an.
Namun, Bagaimana caranya? Melihat era digital yang semakin maju ini, orang tua memiliki tantangan tersendiri untuk membuat anak-anak betah di rumah, sambil tetap memberikan pengajaran Al-Qur’an dengan suasana yang penuh kebahagiaan. Peran orang tua menjadi sangat vital dalam mendidik anak-anak tentang Al-Qur’an. Konsep yang begitu akrab dalam bahasa Arab, “Al-Ummu madrasatul ula,” mengartikan bahwa ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya. Istilah ini semakin menegaskan peran penting orang tua, terutama ibu, dalam mendidik anak. Tidak hanya mengajarkan membaca, tetapi juga memberikan pemahaman tentang pesan yang terkandung dalam Al-Qur’an.
Mulai dari sekarang kita para orang tua bisa mulai mendiskusikan bersama keluarga mengenai nilai-nilai dan hikmah yang terdapat dalam setiap ayat Al-Qur’an agar dapat membantu anak-anak dalam memahami dan menginternalisasikan ajaran agama dengan lebih baik. Selain itu, dukungan dan pujian dari orang tua akan memberikan motivasi kepada anak untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan membaca Al-Qur’an mereka.
Dalam dunia yang semakin serba digital, orang tua memiliki peran yang tak tergantikan dalam mengajar anak-anak tentang Al-Qur’an. Dengan menciptakan lingkungan yang mendukung, menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber kebahagiaan, dan memberikan pemahaman yang mendalam, orang tua dapat membantu membentuk generasi yang kuat dengan akhlak yang mulia.




