Sinar5news.com – JAKARTA – Sekretariat Kabinet menjadi saksi langkah besar transformasi birokrasi di sektor pemuda dan olahraga Indonesia. Pada Senin siang, 20 April 2026, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya secara resmi menerima kunjungan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta. Pertemuan ini menandai babak baru dalam efisiensi tata kelola pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Pertemuan strategis tersebut berfokus pada dua agenda utama yang saling berkaitan: evaluasi prestasi olahraga nasional pasca-gelaran akbar SEA Games 2026 dan ASEAN Para Games 2026, serta laporan progres signifikan mengenai deregulasi aturan di internal Kemenpora yang mencapai angka fantastis.
Deregulasi Radikal: Metode Omnibus di Level Kementerian
Salah satu poin paling mencolok dalam pertemuan tersebut adalah keberhasilan Kemenpora melakukan penyederhanaan regulasi secara masif. Erick Thohir melaporkan bahwa pihaknya telah menjalankan mandat reformasi birokrasi melalui metode omnibus di level kementerian untuk menyisir aturan-aturan yang tumpang tindih dan kedaluwarsa.
Hasil dari transformasi digital dan regulasi ini terbilang revolusioner:
• Penyederhanaan Regulasi: Sebanyak 191 Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) yang menumpuk selama bertahun-tahun kini telah diringkas menjadi hanya 4 Permenpora payung.
• Pemangkasan Pasal: Ketentuan hukum yang sebelumnya mencapai 1.500 pasal dipangkas hingga 60%, sehingga kini hanya menyisakan sekitar 600 pasal yang lebih esensial, padat, dan mudah diimplementasikan.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Selama ini, kompleksitas aturan seringkali menjadi penghambat utama dalam penyerapan anggaran dan pelaksanaan program di lapangan. Dengan hanya adanya 4 peraturan induk, fleksibilitas kebijakan dapat ditingkatkan tanpa menabrak koridor hukum yang berlaku.
Dukungan Penuh Presiden Prabowo Subianto
Menanggapi laporan tersebut, Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa langkah Kemenpora sangat sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto mengenai penghematan dan efisiensi. Menurutnya, deregulasi bukan sekadar pengurangan jumlah dokumen, melainkan langkah strategis dalam reformasi birokrasi nasional untuk menciptakan pemerintahan yang lincah (agile government).
“Bapak Presiden Prabowo mendukung penuh upaya deregulasi ini. Arahan beliau jelas: hapus tumpang tindih aturan dan sederhanakan regulasi agar birokrasi tidak lagi menjadi penghambat, melainkan pelayan bagi masyarakat dan atlet,” tegas Seskab Teddy di hadapan awak media.

Presiden berharap hasil dari penyederhanaan ini dapat dirasakan langsung oleh ekosistem olahraga, terutama dalam:
1. Meningkatkan efektivitas program kepemudaan yang lebih tepat sasaran.
2. Mempercepat proses pembinaan atlet dari tingkat akar rumput hingga profesional tanpa terhambat kendala administratif.
3. Memperkuat industri olahraga nasional agar lebih kompetitif di kancah global.
Evaluasi Prestasi Pasca SEA Games & ASEAN Para Games 2026
Selain urusan administratif, pertemuan ini juga mengevaluasi capaian Indonesia di ajang SEA Games dan ASEAN Para Games 2026. Erick Thohir memaparkan bahwa program jangka panjang Kemenpora mulai menunjukkan tren positif. Namun, evaluasi tetap dilakukan untuk memperbaiki titik-titik lemah, terutama pada cabang olahraga terukur.
Evaluasi ini menjadi krusial untuk menentukan arah pembinaan atlet ke depan, terutama dalam menghadapi kalender internasional yang lebih tinggi seperti Asian Games dan persiapan Olimpiade. Menpora optimis bahwa dengan regulasi yang kini lebih ringkas, manajemen pengiriman atlet dan pengadaan fasilitas olahraga akan jauh lebih transparan, akuntabel, dan cepat.
Mendorong Pertumbuhan Industri Olahraga Nasional
Langkah “bersih-bersih” aturan ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi di sektor olahraga. Dengan regulasi yang ramping, para investor dan pelaku industri olahraga—baik dari sektor sport tourism, apparel, hingga manajemen event—akan mendapatkan kepastian hukum yang lebih jelas dan proses perizinan yang tidak berbelit-belit.
Penyederhanaan ini juga ditujukan untuk mendorong kinerja Kemenpora agar semakin optimal dalam pelayanan publik. Reformasi birokrasi ini diprediksi akan memotong jalur birokrasi perizinan kegiatan olahraga nasional dan internasional di Indonesia, serta mempermudah akses kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta.
Pertemuan antara Seskab Teddy Indra Wijaya dan Menpora Erick Thohir pada April 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah serius dalam membenahi fondasi olahraga nasional. Dengan regulasi yang ramping, fokus pada prestasi, dan dukungan penuh dari Istana, Indonesia siap bertransformasi menjadi kekuatan olahraga baru di Asia. Transformasi ini membuktikan bahwa birokrasi yang efektif adalah kunci utama menuju prestasi dunia yang berkelanjutan.



