Rutin Salat Zuhur Berjamaah, Siswa SMP Nahdlatul Wathan Jakarta Tumbuhkan Iman dan Karakter Mulia
Jakarta — Suasana khusyuk memenuhi Masjid Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Jakarta setiap hari saat siswa SMP Nahdlatul Wathan Jakarta melaksanakan salat Zuhur berjamaah. Kegiatan ini menjadi rutinitas yang tak sekadar menunaikan ibadah, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan spiritualitas para peserta didik.
Senin, 12 Januari 2026, kru media Sinar5News.com berkesempatan menyaksikan momen penuh berkah ini. Terlihat seluruh siswa berbaris rapi, mengikuti gerakan salat dengan khidmat, mata fokus, dan hati penuh kekhusyukan. Aktivitas sederhana namun penuh makna ini diyakini membentuk mental dan karakter positif bagi generasi muda, serta menanamkan nilai-nilai keimanan yang kokoh sejak dini.

Kepala Sekolah SMP Nahdlatul Wathan Jakarta, H. M. Sarbini, S.Ag, menegaskan pentingnya salat berjamaah bagi peserta didik. “Kegiatan ini tidak hanya menanamkan nilai keimanan dan kesalehan, tetapi juga melatih disiplin, adab, dan rasa kebersamaan. Salat berjamaah mengajarkan mereka arti hormat, ketekunan, dan empati sejak dini,” ujarnya.
Kehadiran guru-guru yang mendampingi siswa dengan penuh sabar turut mendukung kelancaran ibadah ini. Bimbingan mereka memastikan setiap siswa dapat melaksanakan salat dengan tertib dan khusyuk, sehingga ibadah menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membangun karakter.
Salat berjamaah ini juga menjadi sarana penting bagi siswa untuk menumbuhkan kedekatan dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, memperoleh ketenangan hati, kejernihan pikiran, dan keberkahan hidup. Tidak hanya menjadi ladang pahala bagi guru, kegiatan ini juga menyiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan dunia dengan iman dan akhlak yang kuat.

Kegiatan rutin ini menegaskan visi SMP Nahdlatul Wathan Jakarta: pendidikan yang tidak hanya mengasah akal, tetapi juga menumbuhkan iman dan moral. Melalui salat berjamaah, siswa belajar bahwa pendidikan sejati adalah kombinasi ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan karakter, sehingga siap menjadi generasi cerdas, berakhlak mulia, dan dekat dengan nilai-nilai keimanan.
Laporan: Marolah Abu Akrom (Jurnalis media SinarLIMA/Sinar5News.com dan guru BK SMP Nahdlatul Wathan Jakarta)




