Santri Muda Nusantara Siap Perkuat Dakwah, Sosial, dan Kemandirian Pesantren

Santri Muda Nusantara Siap Perkuat Dakwah, Sosial, dan Kemandirian Pesantren

Jakarta — Pertemuan antara jajaran pengurus Santri Muda Nusantara (SAMUDRA), para asatidz, pembina, serta pengurus Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta berlangsung hangat dan penuh semangat pada Kamis malam Jum’at, 21 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kediaman Ketua Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta, Kiai Haji Muhammad Suhaidi.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara SAMUDRA dan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta dalam bidang dakwah, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan santri.

Dalam sambutannya, Ketua Umum SAMUDRA, Sukarya Putra, menyampaikan bahwa pembentukan kepengurusan SAMUDRA tingkat DKI Jakarta memiliki hubungan historis yang erat dengan Nahdlatul Wathan yang berasal dari Lombok. Menurutnya, banyak alumni maupun pengajar Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan yang kini ikut aktif menjadi bagian dari kepengurusan SAMUDRA.

Ia juga menjelaskan bahwa keberadaan SAMUDRA di lingkungan Nahdlatul Wathan merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para tuan guru dan ulama dalam membangun pendidikan Islam dan pembinaan generasi muda.

Suasana pertemuan berlangsung santai namun penuh makna. Para peserta berdiskusi sambil berbagi gagasan mengenai langkah-langkah strategis untuk membangun organisasi dan memperkuat peran pesantren di tengah masyarakat.

Sementara itu, pembina SAMUDRA, Gus Dian dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Santri Muda Nusantara merupakan organisasi independen yang tidak terikat dengan partai politik manapun. Organisasi ini hadir untuk memberdayakan pesantren-pesantren, khususnya pesantren menengah ke bawah yang masih membutuhkan perhatian dalam pengembangan pendidikan dan ekonomi.

“Kita ingin memberdayakan pesantren-pesantren di seluruh Indonesia, terutama pesantren menengah ke bawah. Kita ingin membantu mereka tumbuh, mandiri, dan berkembang,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa SAMUDRA tidak hanya bergerak di bidang dakwah, tetapi juga sosial dan kewirausahaan. Ke depan, organisasi tersebut akan fokus membangun program entrepreneur santri, penguatan UMKM pesantren, pelatihan kemandirian ekonomi, hingga berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Selain itu, SAMUDRA juga siap menjadi mitra pemerintah dalam mendukung program-program positif yang bermanfaat bagi masyarakat dan pesantren, termasuk program peningkatan kesejahteraan dan gizi santri.

Saat ini, kepengurusan SAMUDRA telah mulai terbentuk di beberapa wilayah seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Ke depan, organisasi ini menargetkan pembentukan kepengurusan hingga tingkat kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Sementara Kiai Haji Muhammad Suhaidi dalam sambutannya mengaku bersyukur karena mulai ada perhatian dan sentuhan yang menenangkan hati para pengelola pesantren. Menurut beliau, komunikasi dan perhatian dari berbagai pihak menjadi harapan baru bagi perkembangan pesantren ke depan, baik dalam bidang pendidikan, teknologi informasi, kaderisasi santri, maupun penguatan kelembagaan.

Beliau juga menjelaskan bahwa pesantren memiliki tantangan tersendiri dalam mempertahankan budaya, tradisi, dan nilai-nilai keilmuan yang telah diwariskan para ulama. Meski demikian, pesantren tetap berusaha berjalan istiqamah dengan semangat kebangsaan dan kebersamaan.

Dalam sambutannya, KH. Muhammad Suhaidi juga menekankan pentingnya membangun hubungan baik dengan pemerintah tanpa meninggalkan prinsip-prinsip perjuangan pesantren. Menurut beliau, pesantren memiliki peran besar dalam menjaga persatuan bangsa melalui jalur dakwah, doa, pendidikan, dan pembinaan masyarakat.

Pertemuan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan menghasilkan banyak kesepakatan penting yang diharapkan mampu memajukan SAMUDRA sekaligus Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta. Harapannya adalah sinergi tersebut dapat menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi santri yang mandiri, berakhlak, dan mampu memberikan kontribusi besar bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA