Sinar5news – Presiden Prabowo berucap mendengar dirinya diusung maju kembali oleh partai yang dipimpinnya. ” Saya malu maju jika program saya tidak jalan mulus “. Ungkap beliau kesatria. Phenomena pengurus partai yang getol memajukan ketua umumnya untuk maju kembali di negri ini hal yang lumrah biasa – biasa terjadi. Sejak dibukanya kerang demokrasi pasca reformasi. Presiden dan atau kepala daerah dari partai pemenang selalu kembali mengusung terus menjadi Presiden dan atau kepala daerah. Kekuasaan dan berkuasa hal sangat menjadi dambaan pejabat dan politisi, padahal semua jabatan itu adalah ladang pengabdian untuk melayani rakyat menuju cita cita luhur negri ini merdeka.
Kenapa kekuasaan begitu diimpikan oleh para kaum elit, boleh jadi melalui kekuasaan mereka dapat banyak hal yang tidak bisa dinikmati melalui jalur lain. Padahal kekuasaan itu adalah amanah untuk dijalankan dengan selurus lurusnya dan penuh tanggung jawab sebagaimana sumpah jabatan yang sangat sakral di naungi kitab suci.
Baru – baru ini presiden Prabowo sempat tersentak, kembali di calonkan maju pilpres akan datang oleh partainya sendiri. Padahal beliau baru duduk sebagai presiden masih berumur 100 hari. Beliaupun menegaskan sendiri akan maju jika semua programnya dapat mulus sukses berjalan di tahun ini. Kalau tidak, saya malu akan maju berikutnya. Tuturnya dilansir banyak media.
Inilah patriotik sejati mengedepankan keutuhan, kesejahteraan rakyat dari hanya memikirkan posisi dan jabatan pribadi. Berkuasa tidaklah semudah yang dibayangkan oleh mereka yang haus kekuasaan dan jabatan. Terlebih jabatan kepala negara yang butuh modal besar dan restu internasional. karena menjadi kepala negara bukan hanya dapat dan mampu mensejahterakan bangsa sendiri tapi perlu berbuat untuk dunia yang lebih adil.
Masih banyak sekali pekerjaan dan agenda kebangsaan yang mesti diperhatikan oleh semua pemimpin negara terlebih menghadirkan kehidupan yang setara tanpa diskriminasi dan kesejahteraan yang nyata bagi warga bangsa sendiri. Kondisi saat ini, walaupun sudah 79 tahun Indonesia merdeka. Kesenjangan kehidupan sangat masih menganga di bumi Nusantara ini. Mereka yang dekat dengan kekuasaan leluasa memainkan peran dalam semua aspek kebijakan. Tentu ini salah besar dalam pengelolaan negara, praktek lama yang keliru harus segera dibenahi agar keberlanjutan membangun bangsa untuk keadilan sosial dapat disuguhkan oleh penerusnya. Itulah amanat reformasi.
Rakyat sudah sangat lama bermimpi agar negara Indonesia dapat memberikan ruang pekerjaan dan atau berdiri membangun usaha dengan bantuan modal yang layak tanpa memberatkan. Disini negara wajib hadir, semua rentetan distribusi dan birokrasi yang menghambat inovasi dan kerja anak bangsa harus di musnahkan untuk percepatan kemajuan bangsa menuju Indonesia emas.
Indonesia masih dihantui oleh kondisi dalam negri sendiri yang carut marut dalam kebijakan terhadap jalanya roda pemerintahan pusat sampai daerah yang masih sangat dipenuhi praktek korupsi. Inilah penyakit bangsa Indonesia yang sangat disoroti dunia yang sudah 79 tahun merdeka masih belum mampu membersihkan koruptor, belum mampu menjalankan tatakelola pemerintahan yang bersih efektif efesien.
Kehadiran Prabowo dengan aikon sapu bersih melalui partai Gerindra nya dengan lambang kepala Garuda sangat dinantikan publik. Mampukah beliau menjalankan sapu bersih yang sangat dinantikan rakyat. Tentu akan menghadapi tantangan oleh mereka kaum mafioso yang merasa terganggu kenyamanannya selama ini menjajah negri sendiri. Bungkarno sudah lama berfatwa bahwa penjajah dari bangsa mu sendiri. Ini yang harus terus diwaspadai diberantas habis.
Tekad gagasan patriotik sang presiden Prabowo harus didukung penuh semua komponen anak bangsa dari Sabang sampai Merauke dari Nias sampai pulau Rote tanpa terkecuali karena memberantas melawan koruptor adalah tugas bersama semua anak bangsa. Mafioso yang mengendalikan peranan selama ini wajib disapu bersih sebagaimana perintah UUD penjajahan diatas bumi tidak sesuai dengan prikeadilan dan perikemanusiaan.
Selamat sudah memasuki 100 hari kerja presiden kita Prabowo. Sapu bersih Mafioso dimanapun dan apapun statusnya semasih mereka mau tinggal di bumi Pertiwi mereka wajib patuh tunduk dengan hukum merah putih. Penghianat berdasi yang masih berkeliaran harus diputuskan mata rantainya karena jauh lebih merusak dari wabah virus covid. Jangan hanya membasmi maling kelas teri sekalipun itu juga bagus. Penghianat berdasi dapat dikatagorikan teroris, mereka bisa jual tanah air kita dengan seribu satu alasan tanpa diketahui banyak orang. Contoh kasus laut saja mereka jual apalagi daratan. Mari kita jaga tanah air kita ibu Pertiwi.( PFK)


