Sebagai Wujud Ketakwaan, SDN 45 Mataram Menggelar Isra’ Mikraj Nabi Muhammad SAW

Sebagai Wujud Ketakwaan, SDN 45 Mataram Menggelar Isra’ Mikraj Nabi Muhammad SAW

MATARAM – Memperingati hari besar Islam, SDN 45 Mataram menggelar kegiatan Isra’ Mikraj Nabi Muhammad SAW di sekolah setempat, Jumat (24/01/2025) pekan lalu. Kegiatan Isra’ Mikraj melibatkan semua guru dan karyawan SDN 45 Mataram. Turut hadir Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) H. Muksin, Ketua Komite Sekolah H. Helmy Fuadi dan Kepala SDN 45 Mataram Wendi Mustafa.

Kepala Sekolah Wendi Mustafa menuturkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.
“Momentum peringatan Isra’ Mikraj ini untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan menjalankan perintahnya dengan penuh kesabaran dan ketabahan”, ujar Wendi.

Selain itu kata Wendi, momentum peringatan isra’ mikraj ini kita juga dapat memperbaiki ahlaq kepada Allah SWT dan sesama manusia yang kemudian dapat di implementasikan di lingkungan sekolah.

Sementara itu Ketua Pokjawas H. Muksin dalam penyampaian uraian hikmah Isra’ Mikraj mengutarakan tentang makna perjalanan Isra’ Mikraj selain sebagai peristiwa untuk menerima perintah sholat lima waktu namun juga merupakan peristiwa pengobat hati bagi baginda Rasulullah SAW.

 

“Perjalanan Isra’ Mikraj merupakan perjalanan spritual baginda Nabi Besar Muhammad SAW yang terjadi pada tahun kesedihan (Amul Huzni) yang merupakan hadiah untuk menghibur hati baginda Nabi Besar Muhammad SAW yang sedang duka dan lara atas meninggalnya istri tercinta Siti Khadijah dan pamannya Abu Thalib yang selama ini melindungi dan membelanya”, tutur Muksin.

Muksin menjelaskan, disebut Isra’ Mikraj karena ada dua perjalanan, yakni perjalanan Nabi dari masjidil Haram ke Masjidil Aqso disebut Isra’ sedangkan perjalanan Nabi naik dari Masjid Aqso ke Sidratul Muntaha di sebut Mikraj.

“Dari Masjidil Aqso menuju Sidratul Muntaha itu melewati tujuh lapis langit, di langit pertama Nabi bertemu Nabi Adam. Nabi Adam As. adalah kakek moyang kita seluruh umat manusia, ini sebagai tamsilan kehidupan manusia bagaimanapun hebat dan suksesnya dia harus tetap taat kepada kedua orang tuanya”, ungkapnya.

Selanjutnya urai Muksin, naik ke langit kedua Nabi Muhammad bertemu dengan dua Nabi yaitu Nabi Yahya dan Nabi Isa As. Kedua Nabi ini yang ajarannya selalu hidup sepanjang masa. ini maknanya sebagai tamsil kehidupan manusia untuk senantiasa menjaga 2 hal yaitu jaga hati dari sifat sombong takabbur sum’ah, takabbur dan penyakit hati lainnya dan yangg kedua adalah agar manusia dalam hidup harus senantiasa menjaga pikiran agar senantiasa Husnudzon kepada Allah senantiasa positif thinking.

Kemudian di langit ketiga Nabi bertemu Nabi Yusuf As. Nabi yang paling sempurna dan gagah fisik dan perilakunya. Tiada yang dapat menandingi kecuali Nabi Muhammad SAW.
“Ini maknanya senagai tamsil kehidupan manusia ummat Nabi Muhammad agar dalam hidup ini harus menghiasi hidupnya dengan akhlak dan budi pekerti yang mulia”, ujarnya.

Lalu di langit keempat Nabi bertemu Nabi Idris, yang merupakan Nabi pertama yang pandai menulis. Ini maknanya tamsil kehidupan ummat Muhammad agar dalam kehidupan ini jangan suka mencari, mengintai dan menulis kesalahan orang lain.

Di langit kelima Nabi Muhammad bertemu demgan Nabi Harun As. Nabi yang menolong Nabi Musa melawan Raja Fir’aun. Ini hikmahnya sebagai tamsilan kehidupan manusia harus tolong menolong dalam kebaikan.

Selanjutnya perjalanan Nabi Muhammad SAW di langit keenam bertemu dengan Nabi Musa As. Merupakan Nabi yang paling kokoh Aqidah dan Imannya sekalipun di tawari emas mutiara setinggi gunung beliau tetap menjaga Tauhid dan keimanan kepada Allah.

“Ini artinya hikmah bagi ummat Nabi Muhammad SAW agar senantiasa kokoh menjaga Iman dan Islam jangan sampai dengan alasan cinta rela menukar iman dan ketauhidan kepada Allah SWT”, jelasnya.

Terakhir di langit ketujuh Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Ibrahim As. Nabi yang pertama kali melakukan syariat berhitan.
“Makna dan hikmah dalam kehidupan ummat Nabi Muhammad SAW, adalah kita wajib menjalankan syari’at Islam seperti sholat lima waktu, pusa, zakat dan haji jika mampu”, pungkasnya. (Red)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA